Breaking News:

Hakim Tambah Hukuman Tiga Terdakwa, Kasus Pencurian Kabel Stadion Kuta Asan

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli menambah hukuman terhadap tiga dari lima terdakwa kasus pencurian kabel lampu Stadion Kuta Asan Sigli

Editor: bakri
Serambi Indonesia
Kepala Disparbudpora Pidie, Iskandar melihat jaringan kabel lampu di Stadion Kuta Asan Sigli. 

SIGLI - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sigli menambah hukuman terhadap tiga dari lima terdakwa kasus pencurian kabel lampu Stadion Kuta Asan Sigli, Pidie di pengadilan setempat, Senin (19/7/2021).

Ketiga terdakwa bernama Dianda Fenitra (24), M Razi (22), dan Deddy Nurmawan (40) masing-masing dijatuhi hukuman 2,6 tahun penjara. Sementara dua terdakwa Rusdi (39) dan Hafrizal (38) divonis masing-masing dua tahun penjara.

Putusan majelis hakim berbeda dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie. Sebelumnya, JPU menuntut lima terdakwa yang mencuri kabel lampu Stadion Kuta Asan Sigli, masing-masing 2 tahun penjara. 

Untuk diketahui, sidang pamungkas dengan agenda putusan digelar Majelis Hakim PN Sigli, diikuti kelima terdakwa secara virtual dari Rumah Tahanan (Rutan) Benteng Kelas II B Sigli. Majelis Hakim terdiri dari Daniel Saputra SH MH sebagai hakim ketua, sementara Erwin Susilo SH dan Adji Abdillah SH masing-masing hakim anggota. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie, Dahnir SH MH di pengadilan tersebut. Kelima terdakwa tetap memakai baju tahanan, dengan mengikuti sidang terakhir hingga selesai.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sigli menjatuhi hukuman kepada lima terdakwa dengan jumlah berbeda. Adalah Dianda Fenitra, M Razi dan Deddy Nurmawan masing-masing dijatuhi hukuman 2,6 tahun penjara. Dengan pertimbangan majelis hakim, bahwa ketiga  terdakwa sudah sering melakukan aksi pencurian. Saat ini, ketiganya diadili kembali dalam perkara yang sama. 

Sementara dua rekan terdakwa Rusdi dan Hafrizal dihukum dua tahun penjara. Kelima terdakwa tercatat warga Gampong Asan, Kecamatan Kota Sigli, Pidie. Dalam sidang pamungkas itu, kelima terdakwa tanpa didampingi penasehat hukum.

Majelis hakim menjatuhi hukuman terhadap kelima terdakwa yang dinilai secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan tindak pidana. Perbuatan kelima terdakwa telah melanggar Pasal  363 ayat (1) k-4 dan ke-5 KUHP tentang tindak pidana pencurian pemberatan. 

Usai amaran putusan dibacakan, majelis hakim menanyakan kepada kelima terdakwa terhadap putusan tersebut. Kelima terdakwa menyatakan menerima hasil putusan itu. Sehingga, majelis hakim menutup sidang tersebut.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Pidie, Dahnir SH MH kepada Serambi, Rabu (21/7/2021) menyebutkan, JPU sudah menerima putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Sigli, bahwa tiga terdakwa dihukum masing-masig 2,6 tahun penjara. Sedangkan dua terdakwa divonis 2 tahun penjara.  "Kelima terdakwa terima dan kita juga terima," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jaringan kabel bersama puluhan lampu dibeli hasil pengadaan yang dilakukan Pemkab Pidie melalui APBK Perubahan tahun 2012 sebesar Rp 337 juta. Dicurinya kabel lampu itu sehingga bola lampu tersebut tidak menyala lagi.(naz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved