Breaking News:

Berita Banda Aceh

"Hari Pantang Melaot", Nelayan Aceh Sudah Tiga Hari Tidak Melaut

“10,11, dan 12 Dzulhijjah adalah hari pantang melaot, hari-hari hijriah tersebut menjadi hari diharamkan melaut bagi seluruh nelayan di Aceh...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/SA'DUL BAHRI
ILUSTRASI - Ratusan kapal nelayan ditambatkan di kawasan TPI Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, Senin (17/5/2021). 

“10,11, dan 12 Dzulhijjah adalah hari pantang melaot, hari-hari hijriah tersebut menjadi hari diharamkan melaut bagi seluruh nelayan di Aceh, maupun nelayan luar Aceh yang mencari ikan di perairan laut Aceh,” ujar Miftah.

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menyambut Hari Raya Idul Adha, para nelayan di Aceh tidak melaut selama tiga hari yaitu 10 hingga 12 Dzulhijjah, atau 20 hingga 22 Juli 2021. 

Jika ada nelayan yang kedapatan melaut pada hari itu, maka akan disanksi.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek kepada awak media, Senin (19/7/2021) melalui pesan whatsApp. 

Miftah Cut Adek menjelaskan, larangan melaut bagi nelayan se-Aceh itu dikeluarkan oleh lembaga Panglima Laot Aceh dan sudah berlaku saban Hari Raya idul Fitri maupun Idul Adha.

“10,11, dan 12 Dzulhijjah adalah hari pantang melaot, hari-hari hijriah tersebut menjadi hari diharamkan melaut bagi seluruh nelayan di Aceh, maupun nelayan luar Aceh yang mencari ikan di perairan laut Aceh,” ujar Miftah.

Katanya, aturan adat pantang melaot tersebut sudah ada sejak masa kerajaan Aceh.

Baca juga: Hormati Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, Nelayan Pijay tidak Melaut Selama Empat Hari

Aturan tersebut masih diterapkan oleh nelayan Aceh hingga saat ini.

Ia menegaskan, jika ada nelayan yang kedapatan melaut pada hari pantang melaot tersebut maka akan dikenakan sanksi oleh lembaga panglima laot.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved