Breaking News:

Herlin Kenza, Tersandung Kasus Kerumunan

Selebgram Aceh, Herlin Kenza, menjadi sorotan setelah video kedatangannya ke toko pakaian di Pasar Inpres Lhokseumawe, Jumat (16/7/2021) lalu

Editor: bakri
INSTAGRAM HERLIN KENZA

Selebgram Aceh, Herlin Kenza, menjadi sorotan setelah video kedatangannya ke toko pakaian di Pasar Inpres Lhokseumawe, Jumat (16/7/2021) lalu, viral di media sosial. Herlin pun berurusan dengan polisi, karena dianggap menimbulkan kerumunan di tengah pandemi Covid-19.

Herlin Kenza mengakui kesalahannya dan memberikan penjelasan singkat melalui Instagram pribadinya, @herlinkenza. Dalam unggahannya, Herlin mengatakan dirinya diundang datang ke toko grosir tersebut dengan pengamanan 'superketat'.

"Aku tau aku salah. Tapi di sini aku hanya menjalankan pekerjaan aku. Aku diundang dengan pengamanan super ketat. Aku juga kaget kok bisa padat banget," tulis Herlin dalam status yang diposting pada Selasa (20/7/2021).

Selebgram asal Takengon, Aceh Tengah, ini mengaku kejadian itu di luar dugaannya. Jika sebelumnya Herlin Kenza menyebut kejadian itu sebagai cobaan, kali ini dia menyebutnya sebagai sebuah teguran. "Kalau aku tau akan terjadi seperti ini mana mungkin aku lakukan. Ini sudah menjadi takdir & teguran buat aku dan yang lain," katanya lagi.

Herlin Kenza lantas menuding ada pihak yang tidak suka kepada dirinya, sehingga melaporkan kejadian kerumunan itu ke polisi. "Dan yang paling utama, Aku tau ada orang di balik semua ini. Ada orang yang mungkin tidak menyukai aku atau pihak lain yang ada di lokasi tersebut dan melaporkan kejadian kemarin," lanjut Herlin Kenza.

Akan ada sanksi

Sementara itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Lhokseumawe menyebutkan bahwa pihaknya belum dapat memutuskan sanksi apa yang diberikan kepada selebgram HK dan pemilik toko grosir di Pasar Inpres Lhokseumawe yang diduga melanggar protokol kesehatan (protkes). “Kita belum mengadakan untuk memutuskan sanksinya,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Lhokseumawe, Marzuki, Rabu (21/7/2021).

Menurut Marzuki, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan oleh polisi. Setelah itu, sambungnya,  tim Satgas Covid-19 akan mengadakan rapat untuk membahas sanksi kepada yang melanggar protkes sesuai dengan Peratiran Wali Kota (Perwal) Lhokseumawe. "Pemilik toko grosir dan sejumlah saksi sudah dipanggil oleh penyidik Polres Lhokseumawe untuk dimintai keterangan, kami masih menunggu hasil penyelidikan tersebut," ujarnya.

Marzuki mengungkapkan, video selebgram yang menjadi viral tersebut memang menunjukkan pelanggaran protkes karena menyebabkan kerumunan orang. Sebab, tampak warga ramai-ramai dan berimpitan menyambut selebgram itu, serta sebagian warga tak memakai masker. "Dalam video itu, mereka (selebgram dan pemilik toko grosir) memang sudah melanggar protkes di saat pemerintah sedang menerapkan PPKM. Jadi, Satgas Covid-19 akan menindak tegas pelanggar PPKM," tegas Marzuki.

Jika sudah ada hasil penyelidikan dari polisi dan kejadian itu termasuk pelanggaran berat, tambah Marzuki, tidak tertutup kemungkinan toko grosir itu akan dicabut izinnya. “Tapi, kalau pelanggaran itu masih bisa ditolerir, maka pemilik usaha tersebut akan diberi peringatan agar tidak mengulangi lagi perbuatan serupa," pungkas Marzuki. (zaki mubarak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved