Breaking News:

Opini

Membangun Karakter UMKM Produktif

PENDIDIKAN karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik yang diperuntukan bagi generasi

Editor: bakri
Membangun Karakter UMKM Produktif
FOR SERAMBINEWS.COM
Helvizar Ibrahim dan Apridar, Masing-masing Kepala Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Aceh dan  Guru Besar IESP UNIMAL Aceh dan Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia.

Oleh Helvizar Ibrahim dan Apridar, Masing-masing Kepala Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Aceh dan  Guru Besar IESP UNIMAL Aceh dan Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia.

PENDIDIKAN karakter merupakan bentuk kegiatan manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik yang diperuntukan bagi generasi selanjutnya, yaitu membentuk penyempurnaan diri secara terus-menerus dan melatih diri demi menuju ke arah hidup yang lebih baik. Bentuk nyata dari pembentukan karakter dengan memberi nilai moral atau memberikan rasa hormat sejalan dengan tradisi leluhur kepada generasi penerusnya yaitu kebaikan, kesetiaan dan prilaku sejalan dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. (Wikipedia)

Nilai kebenaran dari ilmu pengetahuan harus dapat diterapkan dalam kehidupan nyata secara benar dan mandiri yang dilakukan sesuai jenjang tahapan yang sebenarnya. Nilai-nilai kebenaran yang bersumber dari Alquran berdasarkan penelitian ilmiah serta teknologi yang mumpuni semakin hari semakin terbukti kebenarannya.  Di era digitalisasi yang semakin canggih dan transparan, maka kebenaran yang dicari semakin terbukti dan semakin terang-benderang.

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha ekonomi produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh undang-undang nomor 20 tahun 2008. Dengan kedudukan yang sangat strategis tersebut, membuat UMKM menjadi pilar utama penyokong ekonomi Indonesia. Lebih dari 90 persen ekonomi Indonesia dilaksanakan oleh UMKM, namun asset yang dimilikinya kurang dari sepuluh persen dari total asset yang barada di negeri tropis ini. Fakta dan data tersebut membuktikan mengapa UMKM belum dapat berbuat banyak di negerinya sendiri.

UMKM seharusnya terhubung dengan market place digital, agar pelaku ekonomi yang menyentuh masyarakat luas tersebut tetap muncul dalam percaturan ekonomi dunia. Semua UMKM bidang apapun kegiatanya, seharusnya terkonek dengan market place gital tersebut. Tugas pemerintah seyogianya memberikan penguatan kelembagaan agar mampu bersaing dengan baik dan benar di pasar.

Program karya kreatif dari berbagai UMKM seperti batik tradisional, berbagai ukiran karya seni sangat penting dilindungi seperti halnya membantu untuk mematenkan karya seni mereka. Sinergisitas dalam membangun perekonomian bangsa sangat diperlukan. UMKM bergerak bidang apapun perlu mendapat dukungan yang sama agar mampu berjalan dan berkembang dengan baik.

Peluang sekecil apapun yang kita peroleh, sangat penting untuk kita aktualisasikan agar melahirkan produk yang kompetitif. Sinergisitas dalam membangun UMKM seharusnya menjadikan model pembangunan berkelanjutan yang perlu dipatenkan serta diterapkan secara mumpuni di negara kita. Semangat untuk membangun UMKM bidang apapun yang digeluti harus melahirkan jasa atau produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

Perhatian serius yang diberikan menjadi suatu keharusan, agar keterpaduan dapat terbentun dengan baik dan benar. Membina UMKM harus menjadi program prioritas dengan harapan terbentuknya fondasi ekonomi yang mumpuni. Semua kekuatan seharusnya diarahkan untuk membangun sinergisitas UMKM Indonesia yang lebih produktif.

Semangat untuk membangun UMKM yang inovatif dan berkelanjutan harus menjadi prioritas. Dimana keinginan untuk berproduksi dengan tingkat inovasi yang baik, akan menciptakan peluang baru dalam berkompetisi. Unsur inovasi harus tetap dimunculkan secara optimis. Dimana kita harapkan roh utama dari UMKM akan muncul dengan sendirinya dalam setiap proses produksi.

Rasulullah Muhammad SAW merupakan seorang pebisnis jujur yang ulung dan sukses, bermula dari mental kemandirian dan pantang menyerah sejak kecil telah hidup berdikari sebagai pengembala kambing untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Usia 12 tahun sudah berwirausaha bersama pamannya Abu Thalib ikut dalam rombongan dagang ke Suriah (Syam).  Di usianya 17 tahun sudah mahir berdagang tidak hanya ke Syam, namun beliau sudah menjadi pemimpin kafilah dagang ke Yordania, Busra Bahrain, Irak, Hijaz dan Yaman.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved