Breaking News:

Jurnalisme Warga

Saat Iduladha Dirayakan Secara Sederhana

Malam menjelang Iduladha, suara takbir hanya terdengar di sebagian tempat saja. Tak ada tradisi menabuh beduk dan takbir berkeliling kampung

Editor: bakri
Saat Iduladha Dirayakan Secara Sederhana
IST
CHAIRUL BARIAH, Wakil Rektor II Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki), Dosen FE Universitas Almuslim (Umuslim), dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Bireuen, melaporkan dari Matangglumpang Dua, Bireuen

Pada saat saya berkunjung ke salah satu gampong dalam wilayah Peusangan, hampir tak ada tanda-tanda Lebaran. Biasanya anak-anak ceria dan sibuk dengan berbagai permainan, terutama senjata mainan,  mereka berperang layaknya tentara dengan musuh. Semua itu kini tinggal kenangan.

Saya pun sempat menitikkan air mata ketika seorang anak kecil bercerita bahwa dulu semasa kakeknya masih  hidup dia selalu mendapat hadiah baju baru dan mainan pada saat Lebaran, tetapi sekarang ia hanya tinggal bersama neneknya. Dia pun ikhlas tidak mendapatkan apa pun saat Lebaran ini.

Pandemi Covid-19 hampir melumpuhkan segala segi kehidupan baik ekonomi, dunia pendidikan, dunia kerja, bahkan kesempatan untuk berusaha dan berkarya tertunda, karena terbatasnya dana,  kesempatan dan waktu. Semua ini adalah cobaan dari Allah yang harus kita jalani dengan keikhlasan. Kita harus yakin, semua ini akan berakhir atas kuasa-Nya.

Hal yang menggembirakan di balik kesedihan masyarakat yang ekonominya rendah adalah mendapat daging kurban. Hampir seluruh gampong dalam Kabupaten Bireuen menyembelih hewan kurban, baik sapi, kerbau, kambing ataupun kibas. Ada yang melaksanakannya pada hari raya pertama bakda shalat Iduladha, ada juga di hari kedua dan ketiga disesuaikan menurut kebiasaan masing-masing gampong.

Orang-orang yang berhak mendapatkan pembagian daging kurban, menurut Ketua Majelis Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh dalam sebuah media, ada tiga kelompok,  yaitu: orang yang berkurban dan keluarganya, kerabat teman dan tetangga sekitar, serta orang fakir dan miskin.

Di Gampong Pante Gajah, Kecamatan Peusangan, tempat saya menetap, pembagian daging kurban selain untuk yang berhak menerima juga diberikan kepada seluruh kepala keluarga, baik miskin maupun kaya.  Kebijakan ini berdasarkan musyawarah, mengingat jumlah hewan kurban setiap tahunnya terus bertambah.

Untuk tahun ini, walaupun dalam masa pandemi,  ada 41 ekor sapi dan 30 kambing dikurbankan di desa kami. Hewan kurban tersebut seluruhnya telah memenuhi syarat sah kurban, sebagaimana yang disampaikan oleh Geuchik Pante Gajah, Fathlar Murhadi.

Perayaan Hari Raya Iduladha tahun ini penuh kesederhanaan, tapi tetap saling bersilaturahmi dengan menjaga protokol kesehatan secara ketat demi keselamatan bersama. Menerapkan kebiasaan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Semua yang kita lakukan adalah salah satu ikhtiar agar terhindar dari Covid-19 yang telah menghantui dunia dan tak mengenal usia, juga kita tak tahu bagaimana ending-nya kelak.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved