Breaking News:

Internasional

Unilever Tetap Berkomitmen Penuh Mendukung Israel, Penjualan Es Krim di Palestina

CEO Unilever, Kamis (22/7/2021) mengatakan tetap berkomitmen penuh mendukung Israel. Pernyataan itu muncul, hanya beberapa hari setelah mendapat

Editor: M Nur Pakar
Foto: ArabNews
Mobil pengangkut es krim Ben & Jerry's, anak perusahaan Unilever 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - CEO Unilever, Kamis (22/7/2021) mengatakan tetap berkomitmen penuh mendukung Israel.

Pernyataan itu muncul, hanya beberapa hari setelah mendapat tekanan Israel atas keputusan anak perusahaannya Ben & Jerry's untuk mengakhiri penjualan es krim di wilayah Palestina yang diduduki.

Merek es krim Ben & Jerry's mengambil keputusan setelah tekanan dari kelompok pro-Palestina atas bisnisnya di Israel dan permukiman Yahudi di Tepi Barat, yang ditangani melalui mitra pemegang lisensi sejak 1987.

Sebagian besar negara menganggap permukiman Israel di tanah Palestina ilegal.

Israel membantah hal ini.

"Saya pikir jika ada satu pesan yang ingin saya garisbawahi, Unilever tetap berkomitmen penuh untuk bisnis kami di Israel," kata CEO Alan Jope kepada investor, seperti dilansir ArabNews.

Baca juga: Tentara Israel Tangkap Puluhan Mahasiswa Palestina, Dituduh Sebagai Pendukung Hamas

Dia mengatakan kelompok itu telah menginvestasikan 1 miliar shekel atau 306 juta dolar AS di Israel selama dekade terakhir dan diinvestasikan dalam budaya startup dan program sosialnya.

"Ini adalah keputusan yang diambil oleh Ben & Jerry's dan dewan independennya dan kami selalu menyadari pentingnya kesepakatan itu," katanya.

Ben & Jerry's, yang telah membangun reputasi sebagai pendukung tujuan keadilan sosial, seperti gerakan Black Lives Matter dan kampanye hak LGBTQ+, diakuisisi oleh Unilever pada 2000.

Baca juga: PM Naftali Bennet : Israel Belajar Hidup dengan Virus, Hindari Lockdown Karena Bahayakan Ekonomi

Sehingga, memungkinkan Unilever beroperasi dengan otonomi yang lebih besar daripada anak perusahaan lainnya.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett memperingatkan Unilever pada Selasa (20/7/2021) tentang konsekuensi berat dari keputusan Ben & Jerry, menyebutnya sebagai langkah anti-Israel.

Keputusan tersebut telah menyebabkan bentrokan antara Unilever dan dewan independen Ben & Jerry.

Ketuanya mengatakan tidak berkonsultasi tentang keputusan untuk tetap tinggal di Israel di bawah pengaturan yang berbeda.(*)

Baca juga: Pakar PBB Sebut Pembongkaran Rumah Suku Badui oleh Israel Melanggar Hukum dan Tidak Berperasaan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved