Breaking News:

Jurnalisme Warga

Pantai Pelangi Pidie, Nasibmu Kini

Kita sebagai orang Indonesia, seharusnya bisa menjelajahi keindahan bahari dalam negeri, tanpa perlu ke luar negeri, melainkan cukup di daerah

Editor: bakri
Pantai Pelangi Pidie, Nasibmu Kini
IST
IDA FITRI HANDAYANI, Guru  SMA 4 Banda Aceh dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie, melaporkan dari Sigli

OLEH IDA FITRI HANDAYANI, Guru  SMA 4 Banda Aceh dan Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe) Chapter Pidie, melaporkan dari Sigli

Sebagai negara kepulauan, Indonesia dianugerahi lautan mahaluas dan ribuan pantai yang sangat memesona. Kita sebagai orang Indonesia, seharusnya bisa menjelajahi keindahan bahari dalam negeri, tanpa perlu ke luar negeri, melainkan cukup di daerah masing-masing saja. Selain masih dalam kondisi pandemi, juga sebagai alternatif untuk menghemat pengeluaran ekstra.

Kita tahu, pantai selalu identik dengan tempat wisata dan bermain. Saat libur akhir semester saya memilih pulang kampung ke kota kecil yang terbilang padat penduduk, yaitu Pidie. Tak perlu bercerita banyak hal, mengingat hampir semua masyarakat Aceh pernah melewati daerah yang terkenal dengan sebutan “kota kerupuk meuling” atau kawasan “Cina hitam” ini.

Destinasi wisata di Pidie terbilang cukup banyak, berupa objek wisata alam seperti gunung, danau, sungai, pantai, laut, atau berupa objek wisata bangunan seperti museum, benteng, situs peninggalan sejarah, dan lain-lain. Semuanya indah dan tak akan mengecewakan mata untuk dikunjungi.

Berhubung masih di kampung, saya bersama teman-teman langsung ke Sigli, kawasan ini merupakan pusat kota pemerintahan kabupaten Pidie. Di sana banyak menyajikan kuliner yang enak. Titik tujuan kami adalah Pantai Pelangi. Pantai itu letaknya tepat di depan Pendopo Bupati Pidie dan juga dekat dengan alun-alun Kota Sigli.

Kondisi saat ini

Di sepanjang jalan pantai juga tersedia beragam kuliner, mulai dari bakso bakar, pop ice, nasi goreng, dan kuliner yang sedang familier yakni samyang, makanan ala opa-opa. Selain makanan juga ada area bermain bagi anak-anak, posisinya pas di pojok dekat Museum Tsunami Pidie.

Pantai Pelangi cocok sebagai tempat bersantai bersama keluarga dan teman-teman sembari menikmati pemandangan pantai yang identik dengan sunset. Namun, ada yang sedikit memprihatinkan saya, terkesan pantai ini tidak terurus, sangat kotor. Pantai yang dulunya digunakan sebagai tempat bermain kini tak terlihat lagi bibir pantai. Ombak pun seperti tak bersemangat mengeluarkan suaranya.

Dulu, banyaknya spot foto membuat Pantai Pelangi digandrungi berbagai macam kalangan usia untuk dijadikan sebagai tempat tongkrongan favorit. Namun, kini pantai ini mulai sepi, hanya beberapa orang yang datang, duduk di kafe-kafe yang disekat dan ditutup dengan kain warna-warni, bukan menambah keindahan, melainkan seperti kelambu untuk tidur saja, kata seorang teman saya.

Bersantai di pinggir laut tapi ditutup kelambu sepertinya lucu, kan siang tidak ada nyamuk, jika malam pun rasanya tidak cocok dijadikan tempat nongkrong, karena hanya ada lampu-lampu kecil yang pasti tidak akan bisa menerangi kawasan sebesar itu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved