Breaking News:

Salam

TKA Dilarang Masuk, Yang Ilegal Bagaimana?

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly sudah menandatangani peraturan yang membatasi ruang masuk tenaga kerja asing (TKA) ke wilayah Indonesia

Editor: bakri
Foto: Disnakertrans Nagan Raya
Sebanyak 41 TKA Cina untuk PLTU 3-4 tiba di Bandara CND Nagan Raya, Jumat (11/9/2020). 

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly sudah menandatangani peraturan yang membatasi ruang masuk tenaga kerja asing (TKA) ke wilayah Indonesia selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) saat ini.  Aturan tersebut tertuang dalam Permenkumham nomor 27 tahun 2021 yang resmi berlaku sejak 21 Juli 2021.

"Orang asing yang boleh memasuki wilayah Indonesia hanya pemegang Visa Diplomatik dan Visa Dinas, pemegang Izin Tinggal Diplomatik dan Izin Tinggal Dinas, pemegang Izin Tinggal Terbatas dan Izin Tinggal Tetap, orang asing dengan tujuan kesehatan dan kemanusiaan, serta awak alat angkut yang datang dengan alat angkutnya," kata Yasonna.

Permenkumham yang diteken itu sekaligus menggantikan aturan yang lama dalam nomor 26 Tahun 2020 Tentang Visa dan Izin Tinggal Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru. Yasonna menuturkan bahwa ruang lingkup yang semakin meluas bagi pembatasan orang asing untuk masuk ke Indonesia ini merupakan langkah untuk menekan laju pertumbuhan Covid-19 di Tanah Air.

Keputusan Pemerintah itu mendapat apresiasi dari banyak kalangan, mengingat masuknya TKA, terutama dari Tiongkok dipandang sudah sangat mengkhawatirkan, selain bisa membawa virus Corona varian baru, mereka juga merambah banyak lapangan kerja hak anak negeri. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, “Memang sudah saatnya ada kebijakan seperti ini, mengingat beberapa kasus di Indonesia diakibatkan oleh longgarnya pengawasan terhadap WNA yang masuk. Jadi saya apresiasi kebijakan Pak Menkumham yang mengedepankan keselamatan dan keamanan kita semua.”

Harapannya, kebijakan ini bisa ditegakkan secara adil dan tidak pandang bulu. Baik itu perusahaan kecil atau besar, semua harus sama perlakuannya. “TKA dari perusahaan kecil maupun besar seperti tambang harus sama perlakuannya.” Untuk itu, aturannya perlu dibuat jelas dan disosialisasikan secara baik, hingga tidak menyebabkan kebingungan di kalangan industri pengguna pekerja asing.”

Praktik ini dan keberadaan tenaga kerja asing menjadi permasalahan yang selalu disorot organisasi buruh di Indonesia. Hal ini dikarenakan para TKA yang resmi maupun yang ilegal terdiri dari pekerja yang tidak memiliki keahlian atau memiliki keahlian yang sudah dimiliki oleh tenaga kerja Indonesia. Ketiadaan keahlian khusus yang dimiliki para TKA berujung pada persaingan dengan tenaga kerja Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian tinggg.

Para TKA ini mengambil pekerjaan dari tenaga kerja Indonesia yang sebagian besar memiliki pendidikan setingkat SD ke bawah dan di tengah-tengah situasi Indonesia yang memiliki pengangguran sebanyak lebih 7,03 juta orang. Selain mengambil pekerjaan dari tenaga kerja Indonesia TKA juga mendapatkan upah yang lebih besar untuk pekerjaan yang sama.

Keberadaan TKA asal Tiongkok, termasuk di Aceh, yang bekerja sebagai tenaga ahli awalnya tidak dipersoalkan. Akan tetapi, ketika mereka bekerja sebagai pekerja yang tidak membutuhkan keahlian tertentu maka hal ini menjadi masalah.

Oleh karena itu, adanya pelarangan sementara masuknya pekerja asing ke Indonesia harus pula dijadikan kesempatan untuk mengevaluasi kembali regulasi-regulasi mengenai pekerja asing di negeri ini. Permasalahan tenaga kerja asing yang tidak memiliki keahlian tertentu ini perlu ditangani pemerintah sesegera mungkin sebelum kita mengizinkan kembali masuknya TKA. Jika tidak ditangani secepatnya, maka TKA akan mengambil lebih banyak pekerjaan buruh Indonesia. Dalam menangani masalah ini terdapat beberapa solusi yang dapat diambil oleh pemerintah seperti yang pernah direkomendasikan DPR. Antara lain, menambah jumlah personel Direktorat Jenderal Imigrasi dan Kementrian Ketenagakerjaan sehingga kedua lembaga tersebut dapat memeriksa warga negara asing dan TKA yang ada di Indonesia dengan lebih seksama. Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved