Breaking News:

Animo Warga Ikut Vaksinasi Meningkat

Kepala Puskesmas Penanggalan, Kota Subulussalam, dr Sarifin Usman Kombih mengatakan, animo masyarakat

Editor: hasyim
SERAMBI/KHALIDIN
Warga sedang ikut vaksinasi di Puskesmas Penanggalan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam. Foto direkam Kamis (15/7/2021). 

SUBULUSSALAM - Kepala Puskesmas Penanggalan, Kota Subulussalam, dr Sarifin Usman Kombih mengatakan, animo masyarakat untuk mengikuti vaksinasi massal menunjukan peningkatan. ”Dalam tiga minggu terakhir ini masyarakat sudah banyak yang berbondong-bondong ke puskesmas untuk divaksin,” katanya, Minggu (25/7/2021).

Menurutnya, dua pekan lalu jumlah warga yang datang ke Puskesmas Penanggalan rata-rata mencapai 80-120 orang per hari. Jumlah tersebut meningkat dibanding awal vaksinasi Covid-19 diluncurkan untuk masyarakat umum. Awal diluncurkan, jumlah yang vaksin per hari antara 30-40 orang.

Namun dua pekan lalu, tepatnya minggu kedua Juli atau menjelang hari raya Idul Adha 1442 hijriah, terjadi peningkatan yang luar biasa. Bukan hanya para orang tua, tak sedikit pula pemuda atau anak kuliah yang mengantri untuk divaksin. ”Banyak juga pemuda-pemudi. Mungkin ini dipicu karena ada aturan kampus,” terang dr Sarifin

Mantan Direktur RSUD Kota Subulussalam itu menambahkan, saat ini bukan saja orang dewasa atau pemuda yang mengikuti vaksin. Tapi tak sedikit warga membawa serta anak mereka yang masih sekolah untuk menjalani vaksinasi Covid-19. Minat warga untuk memvaksin anak-anak usia sekolah menyusul aksi dua remaja berusia 13 tahun yang mengikuti Vaksin Covid-19 Kamis (15/7/2021) lalu.

Sarifin menyatakan, warga tidak perlu ragu untuk menjalani vaksin sebab hal ini sudah dipastikan aman. Sementara masyarakat yang ada penyakit khusus juga tetap bisa datang karena nanti dokter akan memeriksa soal layak atau tidaknya divaksin. Sarifin menyatakan adanya sejumlah kriteria warga yang tidak perlu divaksin namun pihak medis akan memberikan surat ‘vaksin’ kepadanya.

Untuk itu, lanjut Sarifin warga tidak perlu ragu atau khawatir berlebihan. Sebab bilapun sakit dan dibuktikan hasil pemeriksaan tim vaksinator akan memberikan dokumen vaksin.”Jadi lagi-lagi saya sampaikan bahwa jika ada warga sakit tertentu datang aja ke puskesmas nanti ada dokter memeriksa. Kalau tak layak, kami akan mengeluarkan surat belum layak atau vaksinnya ditunda,” pungkas Sarifin.(lid)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved