Breaking News:

Berita Aceh Utara

Begini Kurir Bisa Tahu Koordinat Titik Penjemputan di Tengah Laut, Dibekali Tauke Sabu HP Canggih

“Mereka mengaku menggunakan HP satelit untuk mengetahui titik koordinat,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto, melalui Kasat Reserse Narkoba.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Foto dok Polres Aceh Utara
Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto, didampingi Wakapolres Kompol Joko Kusumadinata, dan Kasat Narkoba, Iptu Samsul Bahri, memperlihatkan barang bukti sabu dalam konferensi pers, Rabu (21/7/2021). 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Aparat Satuan Reserse Satuan Narkoba Polres Aceh Utara masih menyelidiki keberadaan handphone (HP) yang digunakan dua kurir sabu untuk menjemput barang terlarang itu di kawasan segitiga atau perbatasan tiga negara, Malaysia, Thailand, dan Indonesia. 

Pasalnya, HP yang dibeli dengan harga Rp 20 juta lebih itu, digunakan mereka untuk mencari tahu titik koordinat guna menjemput sabu-sabu dari orang yang membawanya kepada titik yang sudah ditentukan. 

Diberitakan sebelumnya, aparat Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara meringkus tiga tersangka dan mengamankan tujuh kilogram (kg) sabu-sabu, serta menetapkan empat pria sebagai DPO dalam kasus penyelundupan 45 bungkus sabu atau 45 kg dari Malaysia ke Aceh Utara

Tiga tersangka yang sudah diamankan tersebut adalah SY alias Lis (25), dan MA alias Bada (23), kemudian IH alias Ir (40), ketiganya warga Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara

Lis dan Bada ditangkap di kawasan Aceh Tamiang oleh personel Polres Aceh Utara dibantu tim Polda Aceh dan Polres Aceh Tamiang pada 14 Juli 2021. 

Keduanya ditangkap setelah polisi lebih dulu meringkus IH alias Ir (40), warga Kecamatan Seunuddon pada 10 Juli 2021. 

Baca juga: Polisi Sita 2 Unit Yamaha R-25 dari Tersangka, Dibeli dengan Hasil Upah Jemput Sabu di Tengah Laut

Baca juga: Bikin Gelap Mata! Upah Menjemput 45 Kg Sabu di Tengah Laut Ternyata Capai Rp 300 Juta

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Pelaku Sembunyikan 7 Kg Sabu di Rumahnya, Gara-gara Upah belum Dilunasi Tauke

Sedangkan empat pria yang ditetapkan sebagai DPO, masing-masing adalah, UT alias Usman Tambo, warga Kecamatan Idi, Aceh Timur. 

Kemudian, IB alias Hendra, warga Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara.

Lalu, MD alias Li, warga Kecamatan Seunuddon, dan terakhir, ZA, warga Kecamatan Seunuddon.

“Mereka mengaku menggunakan HP satelit untuk mengetahui titik koordinat,” ujar Kapolres Aceh Utara, AKBP Tri Hadiyanto, melalui Kasat Reserse Narkoba Iptu Samsul Bahri kepada Serambinews.com, Selasa (27/7/2021). 

HP tersebut dibeli oleh tauke sabu kepada mereka dengan Rp 20 juta lebih.

Baca juga: Sebelum Ditangkap, Dua Tersangka Telah Loloskan 38 Kg Sabu ke Pemesan dengan Bayaran Rp 300 juta

Baca juga: Begini Alur Masuknya 45 Kg Sabu dari LN ke Aceh, Dua Kurir Menjemput di Perbatasan Tiga Negara 

Baca juga: VIDEO Detik-detik Polisi Aceh Utara Tangkap Jaringan Sabu Internasional, 7 Kg Disita dari Loteng

“Sebelum diberikan, mereka diajarkan dulu cara menggunakan HP satelit tersebut untuk mengetahui lokasi titik koordinat,” pungkas Kasat Narkoba.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved