Breaking News:

Dipecat dari PA, Muharuddin Ikhlas

Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA) memutuskan memecat Tgk Muharuddin dari kepengurusan partai

Editor: bakri
Kolase Serambinews.com
Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh, Nurzahri (kiri) mengatakan bahwa Partai Aceh (PA) sudah mengeluarkan Tgk Muharuddin dari kepengurusan Partai Aceh karena menjabat Ketua DPW Perindo Aceh 

BANDA ACEH - Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA) memutuskan memecat Tgk Muharuddin dari kepengurusan partai. Keputusan pemecatan itu diambil karena Muharuddin memilih bergabung dengan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) besutan Hary Tanoesoedibjo.

Kabar pemecatan Muharuddin yang juga mantan ketua DPRA ini disampaikan Juru Bicara (Jubir) Partai Aceh, Nurzahri, dalam siaran persnya kepada wartawan, Senin (26/7/2021). Tgk Muharuddin yang dikonfirmasi secara terpisah juga membenarkan hal itu, dan sebagai kader ia mengaku legowo (ikhlas).

Untuk diketahui, Tgk Muharuddin di dalam struktur kepengurusan PA menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) dan Ketua Monitoring dan Evaluasi (Monev). Sementara di partainya yang baru, ia ditunjuk sebagai Ketua DPW Perindo Aceh menggantikan posisi Hamdani Hamid.

“Partai Aceh memutuskan untuk mengeluarkan saudara Muharuddin dari kepengurusan Partai Aceh,” kata Jubir PA dalam siaran persnya.

“Selain itu, Partai Aceh juga menyatakan bahwa untuk kedepannya, saudara Muharuddin tidak lagi berhak mengatasnamakan Partai Aceh dalam segala sikap dan pendapatnya,” tambah Nurzahri.

Nurzahri mengakui, Muharuddin sebelum menerima jabatan sebagai Ketua Pertindo Aceh sempat menghadap dan berbicara dengan Ketua Umum Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, dan Sekjen partai Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak.

Menurut Nurzahri, Mualem dan Abu Razak secara prinsip bisa memahami langkah yang diambil oleh Muharuddin, meskipun tidak tahu dan faham tentang strategi dan jalur politik yang akan diambilnya. Tetapi di sisi lain, Mualem dan Abu Razak juga sangat menyayangkan pilihan politik yang diambil tersebut.

“Pimpinan Partai Aceh menganggap saudara Muharuddin adalah salah satu kader terbaik Partai Aceh dan bahkan pernah dipercayakan oleh partai untuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan, yaitu Ketua DPRA pada periode 2014-2018,” ujar Nurzahri.

Atas pilihan politik tersebut, Nurzahri menyampaikan, PA berharap Muharuddin mendapatkan kesuksesan. Mewakili partai, dia juga mengucapkan terima kasih kepada Muharuddin atas sumbangsih dan perannya selama menjadi pengurus Partai Aceh.

Pada akhir pers rilisnya, Nurzahri juga menegaskan bahwa sikap dan langkah politik yang diambil oleh Muharuddin bukan disebabkan adanya permasalahan di dalam kepengurusan Partai Aceh atau karena kekecewaannya kepada Partai Aceh, akan tetapi murni karena pilihan politik Muharuddin yang ingin berkarir di kancah nasional.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved