Breaking News:

Luar Negeri

Peternak Babi China Menangis, Alami Kerugian Besar setelah Mata Pencahariannya Hanyut oleh Banjir

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama sepekan, telah membuat para peternak babi mengalami kerugian besar.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
JADE GAO / AFP
Seorang wanita membawa tas di jalan berlumpur setelah banjir parah dan tanah longsor dalam beberapa hari terakhir melanda kabupaten Gongyi, dekat Zhengzhou, di provinsi Henan, China pada 22 Juli 2021. 

 Di seluruh Henan, hujan telah membanjiri 1.678 peternakan, telah membunuh lebih dari satu juta hewan.

Meskipun produksi babi China menjadi semakin intensif dalam beberapa tahun terakhir, jutaan peternak kecil masih memainkan peran utama dalam memproduksi daging favorit negara itu.

Bahkan setelah pandemi flu babi yang mematikan, demam babi Afrika melanda negara itu selama 2018 dan 2019, banyak petani kembali beternak babi dan memperluas ternak mereka untuk memanfaatkan harga tinggi.

Cheng mengatakan dia menghadapi kerugian sekitar 30.000 yuan (Rp 67 juta), dan khawatir dia tidak akan menerima kompensasi dari pemerintah.

Selain mata pencaharian, banjir juga membuat banyak orang khawatir tentang penularan wabah baru.

Tahun lalu, hujan lebat dan banjir yang melanda hampir seluruh China selatan, telah menjadi penyebab wabah demam babi Afrika.

Demam babi Afrika merupakan penyakit yang biasanya menyerang hingga mematikan babi meskipun itu tidak berbahaya bagi manusia.

"Masalah penyakit adalah masalah yang jauh lebih parah daripada kerugian langsung," kata Pan Chenjun, analis senior di Rabobank.

Baca juga: 4 Perempuan Terjebak Banjir di Kebun Sawit, Termasuk  Dua Anak Kecil

Virus demam babi hidup selama sekitar 10 hari di kotoran babi dan air, dan dapat bertahan hingga 100 hari di saluran kotoran.

"Apa pun yang ada di saluran kotoran akan hanyut dan menyebar," kata Wayne Johnson, seorang dokter hewan dan konsultan di Enable Ag-Tech Consulting yang berbasis di Beijing.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved