Breaking News:

Luar Negeri

Peternak Babi China Menangis, Alami Kerugian Besar setelah Mata Pencahariannya Hanyut oleh Banjir

Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut selama sepekan, telah membuat para peternak babi mengalami kerugian besar.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
JADE GAO / AFP
Seorang wanita membawa tas di jalan berlumpur setelah banjir parah dan tanah longsor dalam beberapa hari terakhir melanda kabupaten Gongyi, dekat Zhengzhou, di provinsi Henan, China pada 22 Juli 2021. 

Pekan lalu, Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan mengeluarkan pedoman kepada pemerintah daerah tentang cara mencegah penyakit hewan setelah banjir.

Itu termasuk langkah-langkah pembuangan bangkai dan desinfeksi peternakan.

Namun untuk saat ini, peternak di Wangfan bahkan tidak yakin mereka akan kembali untuk itu.

"Setelah melakukan ini selama bertahun-tahun, dalam sekejap, semuanya hilang," kata Zhang Guangsi, 53 tahun, yang kehilangan sekitar setengah ternaknya. 

"Saya merasa tidak ingin memelihara babi lagi," pungkasnya. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)

BERITA TERKAIT

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS 

Baca Juga Lainnya:

Baca juga: Tanpa Pemberitahuan, Para Pejabat Bireuen Dites Urine Saat Rapat Evaluasi yang Dipimpin Bupati

Baca juga: Viral Petugas Ambulans Letakkan Jenazah Pasien Covid-19 di Pinggir Jalan, Puskesmas Jember Membantah

Baca juga: Panel Listrik Pompa PDAM Terbakar, Suplai Air Bersih ke Wilayah Peureulak Terhenti

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved