Breaking News:

Turun, Jumlah Uang Keluar dari BI Aceh

Pada Triwulan I 2021, jumlah uang tunai yang keluar (outflow) dari Bank Indonesia (BI) di Provinsi Aceh menunjukkan penurunan sebesar -65,63 persen

Editor: bakri
Dok Kompas.com
Achris Sarwani 

* Pada Triwulan Pertama 2021

BANDA ACEH - Pada Triwulan I 2021, jumlah uang tunai yang keluar (outflow) dari Bank Indonesia (BI) di Provinsi Aceh menunjukkan penurunan sebesar -65,63 persen secara year on year (yoy). Tidak hanya itu, nominal transaksi menggunakan kartu kredit juga menunjukkan penurunan sebesar -18,58 persen secara yoy, dan nominal transaksi menggunakan kartu debit pada triwulan I 2021 juga turun sebesar -16,95 persen secara yoy.

Hal tersebut disampaikan Kepala BI Perwakilan Aceh, Achris Sarwani kepada Serambi, disela kegiatan Vaksinasi Sektor Jasa Keuangan di Banda Aceh Convention Hall, Senin (26/7/2021). “Sebagai gambaran dampak Covid-19 terhadap Perekonomian Aceh, pada Triwulan I 2021 pertumbuhan ekonomi di Aceh menunjukkan tren penurunan dibandingkan triwulan IV 2020,” sebutnya.

“Selama Covid-19 ini ada yang turun drastis yaitu jumlah aktivitas ekonomi. Uang tunai yang keluar dari Bank Indonesia juga turun dari tahun-tahun sebelumnya, transaksi kartu kredit di Aceh juga turun dibandingkan sebelumnya, kemudian kartu debet juga turun,” sebutnya.

Namun dikatakan Achris Sarwani, ada juga yang naik selama Covid-19 yaitu non tunai, transaksi digital, e-commerce, uang elektronik. Dalam hal ini, perilaku masyarakat berubah ke transaksi digital dan sejenisnya.

Bank Indonesia sebagai otoritas dalam sistem pembayaran sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 melalui berbagai kegiatan seperti kampanye penggunaan transaksi non tunai, kampanye ekonomi, dan keuangan digital, perluasan implementasi QRIS, pembentukan TP2DD, dan mendorong elektronifikasi transaksi pemda.

“Upaya peningkatan transaksi nontunai ini terbukti dapat diterima masyarakat melalui data nominal transaksi uang elektronik yang menunjukkan kenaikan pada triwulan I 2021 sebesar 60,07 persen dibandingkan triwulan IV 2020,” sebutnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga turut berkontribusi pada sektor riil melalui pengembangan UMKM, penyaluran Program Sosial Bank Indonesia, dan salah satu bentuk nyata program tersebut adalah kegiatan vaksinasi pada kesempatan ini.

Dalam kesempatan itu, Achris juga menyampaikan agar pertumbuhan ekonomi Aceh meningkat, maka yang harus dilakukan yaitu merealisasikan semua anggaran pemerintah, baik melalui APBA, APBK. Begitu juga anggaran pemerintah pusat berupa bantuan sosial untuk diselesaikan secepatnya. Hal itu penting untuk menggerakkan perekonomian.

“Dan vaksinasi ini harus berjalan sebanyak-banyaknya. Ini salah satu upaya kita yang penting kita mencapai level sebanyak-banyaknya divaksin supaya ekonomi bergerak lagi,” sebutnya.(una)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved