Breaking News:

Palsukan Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Suami Istri Ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Priok

AEP dan istrinya TS ditangkap pada Rabu (21/7/2021) lalu, setelah polisi melacak keberadaan keduanya di kawasan Puncak, Bogor.

Editor: Faisal Zamzami
Gerald Leonardo Agustino/Tribun Jakarta
Konferensi pers ungkap kasus pemalsuan sertifikat vaksinasi Covid-19 di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (28/7/2021). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Pasangan suami istri (pasutri) ini memanfaatkan wabah Covid-19 untuk kepentingan pribadi mereka.

Pasutri berinisial AEP dan istrinya, TS memalsukan sertifikat vaksinasi untuk menghasilkan uang dengan menawarkan di Facebook.

Namun aksi mereka akhirnya terhenti, setelah Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap keduanya.

AEP dan istrinya TS ditangkap pada Rabu (21/7/2021) lalu, setelah polisi melacak keberadaan keduanya di kawasan Puncak, Bogor.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan, awalnya polisi mendapatkan informasi terkait adanya masyarakat yang memiliki sertifikat vaksinasi Covid-19 tapi tidak terdata di RT RW setempat.

Polisi kemudian mendalami informasi tersebut sampai mendapati sebuah akun Facebook yang menawarkan jasa pembuatan sertifikat vaksinasi Covid-19 palsu tersebut.

"Tim penyelidik menemukan akun FB dengan nama Kirana yang menawarkan jasa pembuatan dokumen seperti KTP, NPWP, SIM, dan lain-lain," kata Kholis di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Pasar Tanah Abang Kembali Dibuka, Sertifikat Vaksin Covid-19 Jadi Syarat Masuk

Baca juga: Ingin Tahu, Cara Download Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Ini Caranya, Simak Panduannya Berikut Ini

Di bawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David Kanitero, anggota langsung melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Penyelidikan lanjutan dilakukan dengan metode undercover buying, di mana anggota memesan dokumen palsu yang dimaksud dan berperan sebagai seorang warga yang tengah membutuhkan sertifikat itu.

"Penyelidik memesan sertifikat vaksinasi Covid-19 dengan hanya mengirim data KTP tanpa mengirim tautan atau link sertifikst vaksinasi Covid-19 yang telah memiliki nomor ID," ucap Kholis.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved