Aceh Kembali Bebas Zona Merah Covid-19
Sepekan yang lalu, Aceh Singkil satu-satunya kabupaten/kota di Aceh yang masih dalam zona merah Covid-19
Aceh kembali bebas dari zona merah Covid-19, setelah Aceh Singkil mengoreksi situasi pandemi menjadi zona oranye. “Sepekan yang lalu, Aceh Singkil satu-satunya kabupaten/kota di Aceh yang masih dalam zona merah Covid-19. Tapi, sekarang sudah oranye lagi,” ujar Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, Rabu (28/7/2021).
Selain Aceh Singkil, sebutnya, zonasi pandemi juga berhasil dikoreksioleh Aceh Tamiang, Aceh Timur, Pidie, dan Aceh Jaya. Sepekan lalu, keempat daerah itu masih masuk dalam zona oranye (zona risiko sedang penularan virus Corona dan peningkatan kasus Covid-19). Tapi kini semuanya menjadi zona kuning (zona risiko rendah penularan virus Corona dan peningkatan kasus Covid-19). Hal itu sesuai hasil analisis data pandemi Covid-19 periode 19-25 Juli 2021 yang dikeluarkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.
Dengan membaiknya penanganan pandemi Covid-19 di lima kabupaten tersebut, sambung Saifullah, peta zonasi risiko penyebaran virus Corona dan peningkatan kasus Covid-19 di Aceh secara umum juga ikut terkoreksi. Kini, zona kuning di Aceh bertambah dari sembilan kabupaten/kota pada pekan lalu menjadi 13 kabupaten/kota pada minggu ini.
Kabupaten/kota di Aceh yang sudah masuk zona kuning Covid-19, lanjutnya, yaitu Aceh Tenggara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Simeulue, dan Subulussalam. Sedangkan 10 kabupaten/kota lain yang masih zona oranye yakni Langsa, Lhokseumawe, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Besar, Banda Aceh, Sabang, Aceh Barat, dan Kabupaten Aceh Singkil.
“Meski situasi pandemi sudah zona kuning, namun belum saatnya kita melonggarkan protokol kesehatan (protkes),” ujar pria yang akrab disapa SAG, ini. Ia menjelaskan, protkes seyogyanya kian diperketat agar apa yang sudah dicapai pekan ini tidak buyar kembali. Karena itu, perilaku sehat dan penerapan protkes terus ditingkatkan agar segera ‘naik’ ke level zona hijau. Sebab, di zona kuning transmisi masih mungkin terjadi.
“Situasi pandemi dalam suatu komunitas sering naik turun sesuai dengan dinamika sosial yang terjadi. Begitu Protkes dilonggarkan, kasus-kasus baru langsung meningkat. Fenomena ini bisa kita amati di banyak tempat,” katanya.
Perkembangan kasus
Pada kesempatan yang sama, Saifullah juga melaporkan, hingga Rabu (28/7/2021), total kasus Covid-19 Aceh sebanyak 22.341 orang. Jumlah penderita yang sedang dirawat 4.794 orang. Para penyintas Covid-19 (penderita yang sembuh) sebanyak 16.588 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 959 orang.
Data kasus Covid-19 di atas sudah termasuk kasus positif baru harian yang bertambah hari ini (kemarin-red) sebanyak 237 orang. Selain itu pasien yang sembuh 40 orang, dan penderita yang meninggal dunia bertambah lima orang.
Kasus baru sebanyak 237 orang meliputi warga Banda Aceh 89 orang, Aceh Singkil 39 orang, Aceh Besar 34 orang, Aceh Tengah 17 orang, Bireuen 13 orang, Pidie 12 orang, Lhokseumawe 11 orang, Aceh Tamiang enam orang, dan warga Aceh Utara sebanyak empat orang. Lalu, warga Aceh Timur tiga orang, serta Bener Meriah, Aceh Jaya, dan Simeulue masing-masing dua orang. Selanjutnya warga Langsa, Nagan Raya, dan Aceh Tenggara masing-masing satu orang.
Sementara itu, penderita Covid-19 yang dinyatakan sembuh bertambah 40 orang. Mereka tercatat sebagai warga Banda Aceh 16 orang, Sabang sembilan orang, Pidie delapan orang, Lhokseumawe lima orang, dan Aceh Selatan dua orang. Sedangkan lima pasien Covid-19 yang meninggal dunia meliputi warga Aceh Besar sebanyak tiga orang, serta warga Aceh Tamiang dan Langsa masing-masing satu orang. (dan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jubir-covid-19-pemerintah-aceh-saifullah-abdulgani1.jpg)