Breaking News:

Kisah Pilu Suami Istri, Terpaksa Jual Rice Cooker Bekas Seharga Rp 5 Ribu Demi Beli Beras dan Makan

Terutama di saat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Kabupaten Bandung.

Editor: Faisal Zamzami
Tribun Jabar/Istimewa
Pasangan suami istri Ruslan Permana (31) dan Novi Sovianti (33) yang menjual peralatan rumah tangga demi bertahan hidup. 

Usaha itu bisa memenuhi kebutuhan keluarganya yang berjumlah delapan orang, termasuk dua anaknya yang tinggal di satu atap rumah yang berada di gang sempit itu.

"Tapi terdampak lagi kebijakan PPKM Darurat. Sejak saat itu tidak bisa kirim barang ke konsumen seperti ke Jakarta karena usaha di sana juga banyak yang tutup," katanya.

Baca juga: Kisah Pilu Yusra Mardini, Berenang 3 Jam di Lautan untuk Selamatkan Diri, Kini Jadi Atlet Olimpiade

Baca juga: Kisah Pilu 3 Warga Sleman Meninggal di Mobil karena Covid-19, Keliling Cari RS Tapi Penuh

Kesusahan Novi, semakin bertambah ketika ayahnya terkena stroke sejak dua bulan lalu, sehingga tidak bisa beraktivitas seperti biasanya karena harus menjaga ayahnya yang kini terbaring lemas di rumah yang rencana akan dijualnya.

Kondisi itu membuat Novi dan suaminya pun kian sulit.

Apalagi di keluarganya tidak ada satupun yang memiliki pekerjaan dan penghasilan tepat, sedangkan suaminya hanya buruh serabutan.

"Sekarang suami juga bisa kerja kalau ada yang nyuruh saja, karena dia bisa nyetir, jadi bisa menjadi sopir," ucap Novi.

Akibat kesulitan perekonomian itu, Novi harus menjual peralatan rumah tangga hingga pakaian, seperti panci, helm, rice cooker hingga yang teranyar menjual speaker yang dipajang di media sosial Facebook.

"Jual rice cooker Rp 5 ribu ke tukang rongsok, kalau speaker Rp 50 ribu, uangnya buat beli beras dan jajan anak-anak".

"Makannya saya netes air mata kalau anak minta jajan juga. Saya juga malu karena sering dikirim beras sama saudara," ujarnya.

Meski perekonomiannya sudah berada diujung tanduk, ironisnya lagi, keluarga ini belum pernah mendapatkan uluran bantuan apapun dari pemerintah karena salah satu masalahnya adalah masalah domisili.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved