Breaking News:

Berita Aceh Tengah

Sebuah Anting Periode Awal Masehi Ditemukan di Loyang Muslimin Aceh Tengah

Anting tersebut ditemukan tim peneliti arkeologi dari Balai Arkeologi Sumatera Utara pimpinan Dr Ketut Wiradnyana, MSi.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Anting berpola hias sangat khas ditemukan di Loyang Muslimin, Aceh Tengah oleh Tim Balai Arkeologi Sumut.  

Anting tersebut ditemukan tim peneliti arkeologi dari Balai Arkeologi Sumatera Utara pimpinan Dr Ketut Wiradnyana, MSi.

SERAMBINEWS COM - Sebuah anting berpola hias sangat khas, berasal dari periode awal Masehi ditemukan di Loyang  Muslimin, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah.

Anting tersebut ditemukan tim peneliti arkeologi dari Balai Arkeologi Sumatera Utara pimpinan Dr Ketut Wiradnyana, MSi.

"Ukuran anting 3 cm, diduga terbuat dari bahan tembaga dan berasal dari periode awal Masehi," ujar Dr Ketut Wiradnyana menjawab Serambinews.com, Rabu (28/7/2021).

Ketut mengatakan pihaknya belum melakukan analisa terhadap anting dan pola hiasnya,  sehingga belum diperoleh kepastian jejaknya. "Diduga ini berasal dari awal Masehi," ujarnya.

Secara visual, anting itu dihiasi dengan pola hias yang sangat khas, yang bisa ditemukan pada motif-motif Gayo yang disebut kerawang Gayo. Pola hias seperti ini umumnya terdapat pada kain dan rumah.

Balai Arkeologi Sumut melakukan penelitian dan penggalian arkeologi  untuk menemukan jejak Gayo prasejarah selama sepuluh tahun. Lokasi penggalian adalah Loyang Mendale, Loyang Ujung Karang, Loyang Muslimin, Loyang Pukes dan beberapa tempat lainnya di seputaran Danau Laut Tawar.

Dalam penggalian di Loyang Muslimin,  selain anting, juga ditemukan artefak  berupa gerabah. Pola hias pada gerabah memiliki kesamaan dengan pola hias dari kelompok budaya Sa-Huynh Kalanay yang tersebar di Vietnam.

Kelompok budaya ini juga mongoloid Austronesia namun paling belakangan  penyebarannya dalam era zaman prasejarah.

“Produknya pasca 2000 SM. Kelompok budaya Sa-Huynh Kalanay inilah yang memberi banyak variasi dalam pola hias. Salah satu cirinya adalah, tidak ada ruang kosong dalam gerabah yang mereka hasilkan.

Gerabah-gerabah itu diukir sedemikian rupa sehingga ruangnya penuh.

Satu lagi cirinya, terdapat warna putih dalam pola hias mereka. Ini semua kita temukan di Loyang Muslimin dan Loyang Mendale,” ujar Ketut Wiradnyana.

Ia menduga kelompok ini pindah ke Loyang Muslim, akibat adanya letusan gunung berapi.

“Dugaan saya, kelompok ini pergi ke Loyang Muslimin akibat adanya letusan gunung berapi. Tapi ketika letusan sudah reda dan aman, mereka kembali lagi ke Loyang  Mendale,” ujar Ketut.

Loyang Muslimin terletak di selatan Danau Laut Tawar tidak jauh dari Kampung Toweren. Sementara Loyang Mendale di utara, terletak di Kampung Mendale Kecamatan Kebayakan Aceh Tengah. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved