Breaking News:

Kasus Covid

Sydney Cetak Rekor Kasus Covid-19, Militer Australia Harus Turun Tangan untuk Tegakkan Aturan

Negara tersebut terus menahan wabah varian Delta yang sangat menular di Sydney dalam beberapa pekan terakhir....

Editor: Eddy Fitriadi
AFP
Polisi dan tentara Australia berpatroli di jalanan untuk memastikan tidak ada warga yang berkeliaran saat lockdown diberlakukan mulai Kamis (15/7/2021). Sydney sebagai kota terbesar di Australia mencatat rekor kenaikan harian kasus Covid-19 pada Kamis (29/7/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Sydney sebagai kota terbesar di Australia mencatat rekor kenaikan harian kasus Covid-19 pada Kamis (29/7/2021).

Otoritas terkait memperingatkan bahwa pandemi akan semakin memburuk meski ada lockdown.

Negara tersebut terus menahan wabah varian Delta yang sangat menular di Sydney dalam beberapa pekan terakhir.

Ekonomi negeri kanguru tertekan senilai A$ 2 triliun (US$ 1,5 triliun) ke dalam resesi kedua.

Meskipun penguncian diperpanjang di Sydney, ibu kota Negara Bagian New South Wales ini mencatat 239 kasus Covid-19 yang merupakan penularan secara lokal dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan harian ini terbesar sejak pandemi bergulir.

"Kami hanya bisa berasumsi bahwa segala sesuatunya cenderung menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik, mengingat jumlah orang yang menular di masyarakat," kata Perdana Menteri New South Wales Gladys Berejiklian kepada wartawan di Sydney, seperti dilansir Reuters.

Berejiklian mengatakan, satu orang lagi meninggal karena Covid-19, menjadikan jumlah kematian saat ini menjadi 13 dan total secara nasional jadi 921.

Dengan sedikit tanda bahwa pembatasan baru-baru ini mengurangi jumlah kasus, Berejiklian menyatakan, pembatasan juga akan berlaku di wilayah Barat Daya dan Barat Sydney, di mana sebagian besar kasus Covid-19 ditemukan.

Lebih dari dua juta penduduk di delapan hotspot Sydney sekarang akan dipaksa untuk memakai masker di luar ruangan dan harus tinggal dalam jarak 5 km dari rumah mereka. Sydney adalah rumah bagi enam juta penduduk.

Dengan pembatasan yang lebih ketat yang akan dimulai pada Jumat (30 Juli), Kepolisian New South Wales menyebutkan, telah meminta 300 personel militer untuk membantu menegakkan perintah penguncian.

"Dengan peningkatan aktivitas penegakan hukum selama minggu mendatang, saya sekarang telah membuat permintaan resmi kepada perdana menteri untuk personel (Angkatan Pertahanan Australia) membantu operasi itu," kata Komisaris Kepolisian New South Wales Mick Fuller dalam sebuah pernyataan melalui e-mail, seperti dilansir Reuters.

Penguncian Sydney diperpajang satu bulan lagi.

Namun sebagian besar proyek konstruksi bisa dilanjutkan selama pekerja tidak melakukan kontak dengan penduduk.(*)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul "Kasus COVID-19 di Sydney cetak rekor, militer Australia turun tangan"

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved