Breaking News:

Buronan Ditangkap

Jadi Buronan 2 Tahun, Mantan Keuchik Terpidana Korupsi di Lhokseumawe Kabur ke Malaysia Ditangkap

Disebutkannya, dengan ketentuan apabila denda itu tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/ZAKI MUBARAK
Kajari Lhokseumawe Mukhlis menghadirkan Mustaqim (41) usai ditangkap oleh tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, setelah dua tahun masuk daftar pencarian orang (DPO), Kamis (29/7/2021). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Mustaqim (41) ditangkap oleh tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, setelah dua tahun masuk daftar pencarian orang (DPO).

Ia merupakan mantan Keuchik (Kepala Desa) Gampong Tunong, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, yang tersandung kasus korupsi dana desa sebesar Rp 243.066.523.

Kajari Lhokseumawe Mukhlis, mengatakan, ini merupakan kasus tindak pidana korupsi terhadap penyelewengan dana desa (DD) yang dilakukan oleh terpidana pada tahun 2017.

Namun, sebelumnya pada saat dilakukan proses hukum sehingga yang bersangkutan (Mustaqim) melarikan diri.

Sehingga sesuai putusan pengadilan bahwa uang penggantinya senilai Rp 243.066.523.

Penyidik Limpahkan Lima Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Dana Desa ke Kejari Simeulue

Namun Kajari Lhokseumawe, menjelasakan selain mantan Keuchik (Kepala Desa) Gampong Tunong tersebut tidak ada DPO lainnya dalam kasus tersebut.

"Sesuai dengan putusan Pengadilan Negeri Lhokseumawe

Kejari Bireuen Panggil 80 Warga, Dugaan Korupsi Dana Covid-19

pada tahun 2019 bahwa terpidana menjalani lima tahun hukuman penjara, dan denda Rp 200 juta," sebut Kajari Lhokseumawe Mukhlis, kepada Serambinews.com, Kamis (29/7/2021).

Disebutkannya, dengan ketentuan apabila denda itu tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved