Breaking News:

Jurnalisme Warga

Terima Kasih Pak Kapolda atas Bantuan Perangkat Budi Daya Tiram

Saya mengucapkan ribuan terima kasih atas perhatian Pak Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada atas perhatiannya kepada saya

Editor: bakri
Terima Kasih Pak Kapolda atas Bantuan Perangkat Budi Daya Tiram
FOR SERAMBINEWS.COM
TIA RAHMADHANI, Siswa Kelas XII MIPA1 SMAN 1 Meureudu, melaporkan dari Pidie Jaya

OLEH TIA RAHMADHANI, Siswa Kelas XII MIPA1 SMAN 1 Meureudu, melaporkan dari Pidie Jaya

Saya mengucapkan ribuan terima kasih atas perhatian Pak Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada atas perhatiannya kepada saya. Sungguh saya sangat tidak menyangka, orang nomor satu di Kepolisian Daerah Aceh itu sudi membaca, bahkan membalas pesan saya yang hanya seorang siswi kelas XII di SMAN 1 Meureudu, Pidie Jaya.

Satu jam setelah Pak Kapolda membalas pesan saya, saya mendapatkan telepon dari asisten pribadi beliau dan menanyakan beberapa hal kepada saya.

Keesokan harinya anggota polisi dari Polres Pidie Jaya turun langsung ke lapangan dan menanyakan barang-barang apa saja yang saya dan emak-emak pencari tiram butuhkan untuk budi daya tersebut.

Bapak Kapolda, tentu saja dalam memori saya kelak, tanggal 2 Juli 2021, bukan hanya tanggal sembarangan. Itu adalah tanggal bulan dan tahun yang sangat berkesan dalam hidup saya. Saya yang hanya generasi android dari emak-emak pencari tiram. Hari itu telah memberanikan diri mengirim satu pesan singkat kepada Pak kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada melalui direct mesegger Instagram, untuk menceritakan nasib emak-emak para pencari tiram.  Saya juga meminta bantuan berupa ban mobil bekas serta beberapa barang lainnya yang diperlukan untuk keperluan budi daya tiram di Deah Pangwa, desa di mana saya lahir dan tinggal sampai hari ini.

Tepat pada tanggal 3 Juli 2021, di saat-saat beliau masih diliputi duka atas meninggalnya sang ibunda tercinta, Pak Kapolda masih mau membalas pesan saya dan menanyakan maksud dari saya meminta ban bekas.

Mungkin bahan-bahan yang saya minta itu hanya barang rongsokan bagi sebagian orang, tapi bagi saya dan emak-emak pencari tiram, ban bekas tersebut sangat-sangatlah berharga. Saya pun menjelaskan kepada Pak Kapolda tujuan saya meminta barang-barang tersebut untuk membuat tempat pembudidayaan tiram di kampung saya.

Saya terinspirasi oleh apa yang dilakukan Syardani Syarif alias Teungku Jamaika di Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Pangwa dan Pencari Tiram

Para pembaca Serambi Indonesia yang baik hati. Perlu kiranya saya sampaikan bahwa kampung saya, Deah Pangwa, adalah sebuah desa yang terletak di perbatasan Kecamatan Trienggadeng dengan Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. Desa ini beberapa waktu lalu sempat viral bagi para pengguna media sosial, karena keunikan kulinernya yaitu “martabak kepiting".

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved