Breaking News:

Internasional

Turki Tuntut 15 Tahun Penjara Pemegang Lisensi Aplikasi Kudeta

Turki menuntut 15 tahun penjara bagi pemegang aplikasi ByLock, terkait rencana kudeta. ByLock merupakan sebuah aplikasi pesan terenkripsi yang menuru

Editor: M Nur Pakar
Associated Press
Fethullah Gulen, ulama moderat Turki yang kini mengasingkan diri ke AS dan tinggal di Saylorsburg, Pennsylvania. 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Turki menuntut 15 tahun penjara bagi pemegang aplikasi ByLock, terkait rencana kudeta.

ByLock merupakan sebuah aplikasi pesan terenkripsi yang menurut Ankara digunakan oleh kelompok yang dipersalahkan atas percobaan kudeta militer pada 2016.

Dilansir AP, Jumat (30/7/2021), Ankara telah menindak jaringan Fethullah Gulen, seorang ulama Muslim yang berbasis di AS, sejak upaya kudeta yang menewaskan sekitar 250 orang.

Bahkan, menangkap ribuan orang karena menggunakan atau memiliki Bylock.

Sementara ratusan ribu pegawai, tentara dan lainnya dipecat, diskors atau ditangkap karena diduga memiliki hubungan dengan Gulen.

Baca juga: Agen Turki Tangkap Keponakan Fethullah Gulen, Dituduh Mendanai Organisasi Teroris

Ankara melarang Bylock setelah kudeta, dengan mengatakan pengikut Gulen telah menggunakannya untuk berkomunikasi pada malam kudeta.

ketika sekelompok tentara jahat berusaha menggulingkan pemerintah.

Lima tahun setelah kudeta yang gagal, penangkapan terhadap tersangka pendukung Gulen masih rutin dilakukan.

Gulen selalu membantah terlibat.

Anadolu melaporkan pada Rabu (28/7/2021) pemegang lisensi Bylock, David Keynes, seorang warga Turki.

Sebelumnya dikenal sebagai Alpaslan Demir yang mengambil kewarganegaraan AS, menyerahkan diri pada 9 Juni 2021.

Jaksa menuntut hingga 15 tahun penjara karena keanggotaan organisasi teroris bersenjata FETO, menggunakan singkatan Ankara untuk jaringan Gulen.

Baca juga: Turki Kembali Tangkap 238 Anggota Militer, Terkait Jaringan Fethullah Gulen

Pihak berwenang Turki telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Keynes pada Desember 2020, lapor Anadolu.

Ditambahkan, Keynes telah meminta untuk memanfaatkan hukum penyesalan di mana tersangka yang bekerja sama dapat menerima hukuman yang lebih ringan.

Mengutip sebuah dakwaan, Anadolu mengatakan Keynes telah memberikan nama-nama individu, serta rincian tentang Bylock.

Kelompok hak asasi dan sekutu Barat Turki telah menyuarakan kekhawatiran atas tindakan keras tersebut.

Disebutkan, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah menggunakan kudeta yang gagal sebagai dalih untuk menghentikan perbedaan pendapat.

Pemerintah mengatakan langkah-langkah keamanan diperlukan karena beratnya ancaman yang dihadapi Turki.(*)

Baca juga: VIDEO - 12 Anggota PKK Berhasil Ditangkap Militer Turki

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved