Breaking News:

Berita Jakarta

Karya Tiga Penyair Gayo Masuk Dalam Buku Khatulistiwa Dari Negeri Poci 2021

Karya tiga penyair Gayo lolos kurasi untuk buku  Antologi Puisi “Khatulistiwa Negeri Poci” tahun 2021. Ketiga penyair tersebut adalah Salman Yoga S...

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Nurul Hayati

Karya tiga penyair Gayo lolos kurasi untuk buku  Antologi Puisi “Khatulistiwa Negeri Poci” tahun 2021. Ketiga penyair tersebut adalah Salman Yoga S, Vera Hastuti, dan Zuliana Ibrahim. 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS COM, JAKARTA - Karya tiga penyair Gayo lolos kurasi untuk buku  Antologi Puisi “Khatulistiwa Negeri Poci” tahun 2021.

Ketiga penyair tersebut adalah Salman Yoga S, Vera Hastuti, dan Zuliana Ibrahim. 

Dari Negeri Poci (DNP) konsisten  menyelenggarakan seleksi karya-karya terbaik para penyair dari Indonesia dan manca negara.

"Khatulistiwa" merupakan seri antologi ke 11.

Vera Hastuti yang juga seorang guru sekolah menengah atas di Takengon,   senang sekaligus bangga karyanya  lolos kurasi dalam seleksi karya yang sangat ketat itu.

“Alhamdulillah setelah beberapa tahun baru kali ini karya saya dapat lolos dan satu buku dengan nama-nama besar penyair Indonesia lainnya," kata Vera.

Baca juga: Prof Abdul Hadi WM: Perumus Sumpah Pemuda 1928 Adalah Penyair

Penyair Gayo lainnya yang karyanya berhasil lolos dalam buku “Antologi Puisi Dari Negeri Poci-Khatulistiwa, seri ke 11” adalah Zuliana Ibrahim. 

“Ini adalah kali kedua karya saya lolos dalam buku Negeri Poci setelah tahun lalu karya juga masuk dalam buku “Negeri Bahari” seri ke 10 dengan tebal 811 halaman, “ jelasnya.

Salman Yoga S yang karyanya banyak bertebar dalam sejumlah buku antologi dalam dan luar negeri mengaku, keikutsertaannya dalam buku “Antologi Puisi Dari Negeri Poci-Khatulistiwa, seri ke 11” ini adalah yang keenam kalinya.

“Seleksi karya untuk dapat masuk dalam series buku Dari Negeri Poci (DNP) dan Komunitas Radja Ketjil memang cukup ketat tetapi juga sangat bergengsi. Karena hampir seluruh penyair Indonesia dan sebahagian penyair dari luar negeri juga turut bersaing”, jelasnya.

Dari Negeri Poci (DNP) adalah komunitas inklusif, sangat menghargai karya penyair tanpa mengenal mazhab.

Berdiri sejak tahun 1993 yang digerakkan oleh Adri Darmadji Woko, Handrawan Nadesul, Prijono Tjipto Herijanto dan Kurniawan Junaedhie.(*)

Baca juga: Penyair Sumatera Barat, Iyut Fitra, Rilis Puisi Tentang Sabang, Penuh Makna dan Story

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved