Breaking News:

Kebakaran Hebat, 4 Meninggal dan Ratusan Luka-luka

Kebakaran hutan hebat melanda Turki sejak Rabu (28/7/2021). Serangkaian kebakaran terjadi di Mediterania Turki dan wilayah Aegean selatan

Editor: bakri
AFP/ILYAS AKENGIN
Asap tebal membubung dari kebakaran hutan besar yang melanda kawasan resor Mediterania di pantai selatan Turki dekat kota Manavgat, Kamis (29/7/2021). 

ANKARA - Kebakaran hutan hebat melanda Turki sejak Rabu (28/7/2021). Serangkaian kebakaran terjadi di Mediterania Turki dan wilayah Aegean selatan, hingga pemukiman penduduk di Kota Manavgat.

Melansir Daily Mail, Jumat (30/7/2021), empat orang meninggal dunia dan 180 lainnya luka-luka. Di media sosial Twitter, warganet ramai-ramai mengunggah tagar #PrayForTurkey untuk memberikan dukungan terhadap bencana yang sedang menimpa negara tersebut.

Puluhan desa penduduk serta beberapa orang di hotel telah dievakuasi dari kebakaran hutan yang mengerikan itu. Dalam tayangan televisi lokal menunjukkan gedung-gedung yang terbakar dan orang-orang melarikan diri untuk menyelamatkan diri.

Petugas pemadam kebakaran di lapangan dengan bantuan helikopter mencoba memadamkan api di Manavgat, 75 kilometer timur resor Mediterania Antalya. Wilayah Antalya adalah tujuan liburan populer bagi wisatawan dari Rusia dan bagian lain Eropa.

Para pejabat mengatakan bahwa lebih dari 60 titik kebakaran hutan telah melanda di 17 provinsi di pantai Aegean dan Mediterania Turki minggu ini. Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan berjanji akan menangkap oknum yang diduga ‘sengaja’ melakukan pembakaran itu.

Dari kebakaran hutan tersebut, 36 titik api telah diatasi, tetapi upaya pemadaman kebakaran pada 17 titik masih terus dilakukan. Lebih dari 140 orang membutuhkan perawatan akibat terpapar asap, dan sejumlah lainnya menderita kerusakan properti, menurut Manajemen Bencana dan Darurat pemerintah Turki (AFAD).

Menteri Pertanian Bekir Pakdemirli mengatakan seorang pria berusia 82 tahun ditemukan meninggal selama proses evakuasi di Kepezbeleni dan dua orang ditemukan tewas di Degirmenli. Dia mengatakan warga di 18 desa dan distrik telah dievakuasi di Antalya, bersama dengan 16 lainnya di provinsi tetangga Adana dan Mersin.

Kebakaran semakin meluas karena dipicu oleh angin kencang dan cuaca panas. Pihak berwenang juga mengevakuasi pasien di sebuah rumah sakit Manavgat.  Orang yang berada di bangunan termasuk sebuah hotel di resor Aegean Marmaris dievakuasi karena kobaran api yang semakin memburuk.

Pakdemirli mengatakan, 35 pesawat, 457 kendaraan, dan 4.000 personel terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran. "Perjuangan kami untuk menahan (kebakaran) terus berlanjut, dan pasti kami akan menahannya. Tapi ini mungkin memakan waktu," kata dia.

Direktur komunikasi kepresidenan, Fahrettin Altun mengatakan penyelidikan telah dilakukan untuk menentukan penyebab kebakaran. "Mereka yang bertanggung jawab akan dimintai pertanggungjawaban atas serangan yang mereka lakukan di alam dan hutan kita sesegera mungkin," kata Altun.

Para pejabat mengatakan ini adalah kebakaran hutan yang terbesar sepanjang sejarah. Turki telah berjuang melawan serangkaian bencana yang disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem musim panas ini, termasuk banjir bandang pekan lalu yang menewaskan enam orang di wilayah Laut Hitam.

Pakdemirli dalam laporan AP News, mengatakan lebih dari 1.000 hewan ternak mati. Sementara 1.500 hektar lahan pertanian dan 120 hektar rumah kaca pertanian hancur di Manavgat.

Juru bicara kepresidenan Turki, Ibrahim Kalin, menyebut kebakaran hutan di Turki selatan sebagai bencana nasional. Kantor kejaksaan sedang melakukan penyelidikan komprehensif atas penyebab tersulutnya api tersebut.

"Kebakaran hutan adalah bencana nasional. Semua departemen kami menanganinya secara intensif. Kejaksaan sedang mempelajari penyebab kebakaran secara komprehensif. Pekerjaan akan terus berlanjut tanpa lelah," kata Kalin di Twitter.(ar/serambinews.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved