Breaking News:

Berita Kutaraja

LSM Antinarkoba Apresiasi Jaksa Tuntut Mati Bandar Narkoba 201 Kg

"Saya mohon pada seluruh masyarakat Aceh, mari kita bersatu menanggulangi masalah narkoba ini,” kata Ketua Umum DPP IKAN, Syahrul Maulidi, SE, MSi.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Umum DPP Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN), Syahrul Maulidi 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - DPP Inspirasi Keluarga Anti Narkoba (IKAN) memberikan apresiasi kepada penegak hukum yang berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 201 kilogram (kg) dan kini para terdakwa dituntut pidana mati.

"Saya mohon pada seluruh masyarakat Aceh, mari kita bersatu menanggulangi masalah narkoba ini,” kata Ketua Umum DPP IKAN, Syahrul Maulidi, SE, MSi kepada Serambinews.com, Sabtu (31/7/2021).

Pernyataan ini disampaikan Syahrul terkait penuntutan mati delapan terdakwa tindak pidana narkotika oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh.

Nota tuntutan para terdakwa dibacakan oleh JPU Yudha Utama Putra (Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Banda Aceh) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Kamis (29/7/2021).

Adapun kedelapan terdakwa yaitu Teku Junaidi bin Jamaludin, Bustami alias Pawang Ami bin Bustamam, Arief Pribadi bin Awaluddin, Wahyono bin Suwarno.

Selanjutnya, terdakwa Ruwadi alias Adi bin Karmono, Misdiyanto alias Mis bin Mustain, Muhammad Idris bin Ismail, serta Bob Abdul Haris bin Baharuddin Lubis.

Baca juga: Seludupkan 201 Kg Sabu-sabu, Delapan Terdakwa Dituntut Pidana Mati

Baca juga: Terdakwa Kasus 48 Kg Sabu-sabu Dituntut Pidana Mati, Begini Perjalanan Kasusnya

Baca juga: Ini Penjelasan PN Lhoksukon Terkait Putusan PT Batalkan Hukuman Pidana Mati Penyelundup Sabu 60 Kg

Selain delapan terdakwa yang berhasil ditangkap, dalam kasus tersebut masih ada tiga orang lainnya yang juga terlibat dan kini masuk DPO yaitu Michael, Aweng, dan Purnomo.

Di samping mengapresiasi kerja penegak hukum, Syahrul juga menyayangkan kasus yang sedang dialami delapan terdakwa tersebut karena banyak orang Aceh yang terlibat dengan jaringan narkotika.

"Saya terus terang merasa miris melihat situasi apa yang akan dialami oleh delapan terdakwa tersebut. Tapi di sisi yang lain, kita semua sedang berjuang untuk melepaskan Aceh dari kondisi darurat narkoba," tegasnya.

Karena itu, dia terus mengedukasi masyarakat tentang bahayanya narkoba supaya jangan sampai nanti semakin banyak orang Aceh yang menjadi bagian dari sindikat narkotika.(*)  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved