Breaking News:

Opini

Sikap Itsar di Balik Kisah Inspiratif PPKM

Ketika membaca dan melihat kondisi yang terjadi di ibukota Jakarta dan sekitarnya, tentu kita tidak menyangka bahwa roda perekonomian, industri

Editor: bakri
Sikap Itsar di Balik Kisah Inspiratif PPKM
FOTO/IST
Dr. Kahlil Muchtar, S.T., M.Eng, Kepala Pusat Riset Telematika dan Dosen Prodi Teknik Komputer Universitas Syiah Kuala (USK) Peneliti Kecerdasan Buatan (AI)

Oleh Dr. Kahlil Muchtar, S.T., M.Eng, Kepala Pusat Riset Telematika dan Dosen Prodi Teknik Komputer Universitas Syiah Kuala (USK) Peneliti Kecerdasan Buatan (AI)

Ketika membaca dan melihat kondisi yang terjadi di ibukota Jakarta dan sekitarnya, tentu kita tidak menyangka bahwa roda perekonomian, industri dan pendidikan saat ini tengah menghadapi tantangan yang cukup berat.  Namun, bagi kaum Muslimin seharusnya melihat segala hal dari kaca mata positif.

Penulis tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Tony Fernandes (pimpinan AirAsia) baru-baru ini. Ia mengatakan pada sebuah wawancara yang tengah viral di tengah kondisi buruk perekonomian Malaysia, “Saya hanya bisa berpikir positif, karena hanya ini yang saya bisa lakukan”.
Ya, di tengah kondisi yang tidak stabil di berbagai daerah bahkan negara-negara maju dan berkembang, kita hanya dituntut untuk berpikir positif dan realistis. Ini sebenarnya sangat sesuai dengan apa yang telah Allah SWT firmankan: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan (Al-Insyirah 5-6)”.

Hari ini kita telah melihat sekian banyak kisah-kisah inspiratif selama pandemi. Dan hamper semua memberikan pelajaran tentang makna itsar. Sikap itsar adalah sebuah sikap yang lebih mementingkan orang lain daripada kebutuhan kita sendiri. Tidak sedikit orang yang hari ini terinfeksi COVID-19, namun masih terus menolong orang di sekitarnya (yang mereka rasa lebih membutuhkan pertolongan).

Di ibu kota hari ini, para pengendara ojek online kehilangan penumpang karena diterapkannya PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat). Dan tidak sedikit pula yang harus kehilangan pekerjaan atau penyesuaian gaji.

Dari data yang dirilis oleh BPS (Badan Pusat Statistik) pada Agustus 2020,  tingkat kesempatan kerja di DKI Jakarta merupakan yang terendah se-Indonesia. Hal ini adalah dampak dari pandemi yang memukul ekonomi ibu kota dan sekitarnya.

Sikap itsar merupakan salah satu jalan untuk memikul tantangan ini bersama-sama. Bagi kaum Muslimin, sikap itsar telah dicontohkan oleh baginda Nabi dan para sahabatnya. Tercatat sebuah kisah yang sangat mengharukan tepatnya di medan perang Yarmuk.

Di akhir pertempuran, di bumi Yarmuk berjejer tiga mujahid Muslim yang terkapar dalam keadaan kritis. Mereka menderita luka yang sangat parah; Al-Harits bin Hisyam, Ayyasy bin Abi Rabiah dan Ikrimah bin Abu Jahal. Al-Harits meminta air minum. Ketika air didekatkan ke mulutnya, ia melihat Ikrimah dalam keadaan seperti yang ia alami. “Berikan dulu kepada Ikrimah,” kata Al-Harits.

Ketika air didekatkan ke mulut Ikrimah, ia melihat Ayyasy menengok kepadanya. “Berikan dulu kepada Ayyasy!” ujarnya.  Ketika air minum didekatkan ke mulut Ayyasy, dia telah meninggal.

Orang yang memberikan air minum segera kembali ke hadapan Harits dan Ikrimah, namun keduanya pun telah meninggal pula (dikutip dari laman Republika.co.id).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved