Breaking News:

Berita Nagan Raya

Tangkal Isu Hoax Soal Pembatalan Haji, Kemenag Nagan Raya Sosialisasikan KMA ke CJH & Penyuluh Agama

Sosialisasi ini ditujukan untuk calon jamaah haji dan penyuluh Agama Islam Non PNS, di Aula Kankemenag setempat, Sabtu (31/7/2021). 

Penulis: Rizwan | Editor: Saifullah
Dok Kankemenag Nagan Raya
Sosialisasi KMA tentang pembatalan haji di Aula Kankemenag Nagan Raya, Sabtu (31/7/2021). 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Pembatalan keberangkatan calon jamaah haji (CJH) ke Tanah Suci tahun 2021, masih menjadi isu hangat di tengah masyarakat.

Menyikapi hal ini, Kantor Kementerian Agama Nagan Raya mensosialisasikan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660/2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji Pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H/ 2021 M.

Sosialisasi ini ditujukan untuk calon jamaah haji dan penyuluh Agama Islam Non PNS, di Aula Kankemenag setempat, Sabtu (31/7/2021). 

Dalam acara itu, turut menjadi pemateri Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Rizal Mulyadi, SAg, MA.

Ia didampingi Kepala Kankemenag Nagan Raya, H Samhudi, SSi dan Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, H Mauliadi SHI  dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. 

"Mudah-mudahan kesempatan ini bisa meluruskan dan meningkatkan pemahaman peserta kegiatan ini dalam melihat permasalahan yang ada,” ujar Samhudi.

Baca juga: Puluhan Calhaj Bireuen Ikut Pertemuan Penjelasan Soal Pembatalan Keberangkatan Haji

Baca juga: Konsulat India Rayakan 75 Tahun Haji dengan Kerajaan Arab Saudi

Baca juga: Jamaah Haji Mulai Meninggalkan Mekkah, Makanan Dikeluhkan, Perusahaan Akan Diberi Sanksi Berat

“Kita harapkan peserta juga bisa menjadi duta pemerintah di tengah  masyarakat dalam menyampaikan informasi penting terkait dinamika perhajian," lanjutnya. 

Ia mengatakan, acara ini sangat penting supaya masyarakat tidak termakan isu hoax terutama perihal gagal haji karena uang tidak ada. 

"Mengingat tidak sedikit juga masyarakat yang termakan hoax tentang penyelenggaraan ibadah haji, terutama perihal isu bahwa haji gagal karena duitnya tidak ada adalah tidak benar," ujarnya. 

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah yang juga ketua panitia pelaksana kegiatan mengatakan, acara itu untuk mengcounter informasi hoax yang berkembang di tengah masyarakat. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Rizal Mulyadi mengatakan, ibadah haji wajib ditunaikan bagi umat islam yang mampu ekonomi dan fisik serta terjaminnya kesehatan, keselamatan dan keamanan jamaah haji selama berada di embarkasi atau debarkasi, diperjalan dan Arab Saudi.

Baca juga: Mendagri Arab Saudi Resmikan Pasukan Khusus Keamanan Haji dan Umrah

Baca juga: Sejarah Perjalanan Haji dari Darat, Konvoi Unta, Kuda dan Keledai Sampai Kendaraan Canggih

Baca juga: Pandemi Telah Berdampak Atas Ibadah Haji dari Waktu ke Waktu, Wabah Kolera Sampai Covid-19

“Kesehatan, keselamatan, dan keamanan jamaah haji pada saat ini terancam Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi," kata Rizal saat membaca lampiran KMA 660 Tahun 2021. 

Rizal Mulyadi juga mengatakan, jamaah haji yang ditunda keberangkatan karena pandemi Covid-19 adalah jamah yang diprioritaskan. 

"Bapak dan ibu adalah jamaah yang diprioritaskan untuk keberangkatan haji tahun depan. Secara nasional, kita Aceh nomor 1 mengenai administrasi dari 34 provinsi seluruh Indonesia, kalau haji berangkat kita sudah siap untuk berangkat," tegasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved