Breaking News:

Berita Kutaraja

Kasus Harian Covid-19 di Aceh Meningkat Tajam, Dua Pekan Mencapai 1.526 Kasus

atgas Covid-19 Aceh menyebutkan, kasus harian positif Covid-19 di Aceh cenderung meningkat, sejak 20 Juli 2021 atau sejak Hari Raya Idul Adha 1442 H.

Penulis: Subur Dani | Editor: Saifullah
For. Serambinews.com
Jubir Satgas Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG memaparkan update harian Covid-19 di Aceh. 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Satuan Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Satgas Covid-19) Aceh menyebutkan, kasus harian positif Covid-19 di Aceh cenderung meningkat, sejak 20 Juli 2021 atau sejak Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah.

Dari data kasus yang diupdate melalui halaman covid19.acehprov.go.id, kasus harian terkonfirmasi positif sejak 20 Juli 2021, tak kurang dari 100 kasus bahkan di atas 150 hingga 200 kasus setiap harinya.

"Tren kasusnya kalau kita lihat memang naik, tapi fluktuatif. Sejak Lebaran Idul Adha kita pantau kasus hariannya selalu di atas 100, tapi berubah-ubah, ada yang naik hingga 200 bahkan lebih setiap harinya," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG kepada Serambinews.com.

Serambinews.com mencatat, kasus Covid-19 di Aceh terus berfluktuatif sejak setelah Idul Adha. Pada 23 Juli tercatat 145 kasus, 24 Juli 212 kasus, 25 Juli 200 kasus.

Selanjutnya pada 26 Juli sebanyak 160 kasus, 27 Juli 226 kasus  28 Juli 237 kasus, 29 Juli 231 kasus, 30 Juli 240 kasus, 31 Juli 228 kasus, dan kemarin 1 Agustus sebanyak 204 kasus.

"Kasus konfirmasi positif harian Covid-19 di Aceh selalu berfluktuatif,  tapi tren-nya memang tampak lagi meningkat tajam dalam sepekan terakhir," kata SAG.

Baca juga: 5.692 Keluarga Miskin di Nagan Raya Dampak Covid-19 Terima BST

Pada minggu III Juli 2021 (periode 19-25 Juli), kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 774 kasus.

Sepekan berikutnya (periode 26  Juli-1 Agustus 2021), kasus positif melonjak hingga 1.526 kasus. "Peningkatan sekitar 97,16 persen," kata dia.

Ditanya penyebab peningkatan kasus mingguan hampir 100 persen itu, SAG mengatakan, diperlukan analisis kausalitas untuk mengetahui secara lebih pasti faktor risiko yang memicu kenaikan kasus tersebut.

Tetapi, lanjutnya, fenomena umum yang kita lihat selama pandemi Covid-19 ini, setiap usai libur nasional kasus Covid-19 meningkat hampir semua daerah di Tanah Air.

Faktor lain yang juga mempengaruhi penambahan kasus harian dan kemudian diakumulasikan dalam kasus mingguan, ada peningkatan jumlah testing dan tracing selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Aceh.

Pada perpanjangan PPKM Mikro periode 3 Juli-20 Juli 2021, Kota Banda Aceh kata dia menerapkan PPKM level 4, sesuai asesmen oleh Kementerian Kesehatan.

Baca juga: Hari Ini Aceh Jaya Catat Lima Kasus Aktif Covid-19, Pasien Meninggal Dunia Bertambah

"Selama penerapan PPKM Level 4 tersebut, Satgas Covid-19 Kota Banda Aceh melakukan testing dan tracing terhadap 592 orang perhari, sesuai Instruksi Mendagri Nomor 17 Tahun 2021," urainya.

"Tracing terhadap kontak erat dilakukan mencapai 15 orang," kata dia.

Hasil testing dan tracing tersebut juga menemukan kasus-kasus baru dalam masyarakat, sehingga jumlah kasus positif di Aceh ikut meningkat.

Peningkatan kasus konfirmasi sebagai hasil testing dan tracing itu justru bagus dalam memutuskan rantai penularan Virus Corona dalam masyarakat.

"Makin cepat kasus baru di temukan kian cepat diintervensi (treatmen), seperti isolasi mandiri atau dirawat di rumah sakit bagi yang positif Covid-19," paparnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved