Breaking News:

Video Viral

Video Warga Aceh Tinggal di Kolong Jembatan di Medan Viral

Kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara, wanita ini mengaku berasal dari Aceh dan tinggal di kolong jembatan bersama beberapa anggota keluarganya.

Penulis: Taufik Zass | Editor: Taufik Hidayat
Foto kiriman warga
Tempat tinggal sejumlah warga Aceh di kolong jembatan di kawasan Medan, Sumatera Utara. 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - Video warga Aceh tinggal di kolong jembatan di kawasan Medan, Provinsi Sumatera Utara tersebar luas dalam group WhatsApp. Status wanita tersebut berasal dari Aceh diketahui melalui pengakuannya saat Ketua DPD Partai Golkar Sumut, H Musa Rajekshah, S.Sos., M.Hum mengantar bantuan.

Saat ditanya H Musa Rajekshah asal dari mana, wanita dengan badan gempal ini mengaku berasal dari Aceh dan sudah menetap di Medan sekitar dua tahun lebih.

Kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara, wanita ini mengaku selain dirinya, kakak, Abang ipar dan abangnya juga tinggal disitu.

"Yang tinggal disini, saya, kakak dan Abang ipar saya dan Abang saya," ungkapnya sembari menjawab bahwa pekerjaannya di Medan mencari barang bekas. "Awalnya mau cari kerja pak, karena lagi Covid - Covid seperti ini nggak ada yang mau terima," ungkapnya.

Terkait dengan beredarnya video warga Aceh yang tinggal di Kolong Jembatan tersebut, sejumlah tokoh Aceh Selatan angkat bicara dan mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami warga asal Aceh tersebut.

"Aceh sepakat Medan dan Kantor Penghubung Aceh di Medan apa tidak dilihat warga Aceh ini,? Mereka tidur di kolong jembatan," tulis Tio Ahyar, mantan Kadis Perhubungan Aceh Selatan, Minggu (1/8/2021).

Baca juga: Mahasiswi Asal Aceh Barat Lumpuh Usai Divaksin Covid-19, Begini Kondisinya Saat Ini

Baca juga: Tak Sadar Dikerjai Anaknya, Ahmad Dhani Makan Masakan Sang Mantan Istri Maia Estianty dan Beri Nilai

Baca juga: 6 Kesalahan Ini Bisa Sebabkan Rambut Rontok, Salah Satunya Melewatkan Sarapan, Begini Penjelasannya

Tio mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami, semestinya organisasi Aceh yang ada di Medan dan Kantor Penghubung Aceh di Medan cepat tanggap.

"Sungguh memalukan kita sebagai Bangsa Aceh. Ini sebuah tanda kantor Penghubung Aceh di Medan kita tidak jeli dalam merespon terhadap persoalan sosial, terutama warga miskin kota asal Aceh," ungkapnya.

Terpisah, Ketua LSM Lembaga Bersih Aceh Selatan, May Fendri SE meminta agar kantor Perwakilan Aceh di Medan ditutup saja. "Masak bisa kejadian seperti ini, semestinya Kantor Perwakilan jeli, karena ini sangat malukan Bangsa Aceh, karena di Aceh masih banyak lapangan kerja," ungkap May Fendri.

Pada kesempatan itu, May Fendri berharap Kantor Perwakilan dan Aceh Sepakat pro aktif mendata warga Aceh yang ada di Medan, sehingga kejadian yang serupa tidak kecolongan lagi kedepannya.

"Sungguh prihatin jika masih ada orang Aceh yang tinggal di kolong jembatan, dan ini harus menjadi perhatian pemerintah Aceh," pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved