Breaking News:

Objek Wisata di Abdya Tak Terawat

Sejumlah objek wisata di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sejak beberapa tahun terakhir tidak terawat

Editor: hasyim
Foto kiriman warga
Sejumlah Objek Wisata di Abdya Tak Terawat 

BLANGPIDIE - Sejumlah objek wisata di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sejak beberapa tahun terakhir tidak terawat. Bahkan, beberapa lokasi yang memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung lokal maupun luar daerah itu terkesan terabaikan, sehingga menjadikan lokasi objek wisata seperti pemandian alam dan wisata laut semakin kotor akibat tak terurus serta berantakan.

“Sangat disayangkan, lokasi rekreasi murah meriah yang seharusnya tertata rapi dan asri sekarang tampil dengan kondisi yang berantakan, penuh sampah dan dihiasi rumput-rumput liar yang menutupi keindahan alam sekitar,” ujar salah seorang warga Susoh, Agus.

Padalahal, katanya, Abdya memiliki sektor pariwisata yang menjanjikan seperti objek wisata Pantai Ujung Manggeng, Pemandian Krueng Baru, Krueng Manggeng, Pantai Bali, Pantai Jilbab, Cemara Indah, Pemandian Ie Dikila, Kreung Beukah, Pemandian Pucok Krueng, Pemandian Putro Ijo, Pemandian Krueng Babahrot, Pulau Gosong, Pantai Lama Muda dan sejumlah objek wisata lainnya.

Namun sayangnya, sejumlah sektor pariwisata itu tidak pernah menjadi perhatian dan terkesan dibiarkan begitu saja.

Menurutnya, kondisi ini telah berlangsung sejak lama, sehingga membuat masyarakat setempat merasa jenuh dengan keadaan di sejumlah objek wisata yang kian hari semakin memburuk. Mungkin ini efek dari dinas pariwisata sejak enam tahun silam dihapus, sehingga sektor pariwisata menjadi luput perhatian,” ungkapnya.

Ditambah lagi sejak berubahnya pembentukan dan susunan perangkat kabupaten beberapa tahun lalu, instansi yang sebelumnya khusus menangani persoalan pariwisata di kabupaten dengan sembilan kecamatan itu telah berubah dan kewenangannya ditarik ke tingkat provinsi.

“Kalau dulu yang menangani persoalan pariwisata terdapat pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora). Namun sejak memasuki tahun 2017, dinas tersebut berubah menjadi Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) dan pariwisata dialihkan ke tingkat provinsi. Kemudian berubah lagi, kebudayaan, pemuda dan olahraga masuk ke Dinas Pendidikan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Samsul, warga Kecamatan Blangpidie yang mengaku prihatin dengan kondisi itu. Sebab, sektor pariwisata di Abdya memiliki potensi  serta keindahan alam yang alami. Jika sektor pariwisata tersebut bisa dikembangkan dan dikelola dengan baik, kemungkinan besar sektor ini akan menjadi andalan sumber Pendapatan Asli Gampong (PAG) dan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, kemampuan pemerintah daerah terkait dalam mengemas dan memperomosikan objek wisata yang telah lama ada di Abdya kepada para wisatawan masih diragukan.  Hal ini terbukti, hampir setiap lokasi objek wisata di kabupaten semakin kurang dikunjungi, padahal kalau dilihat dari lokasi dan keindahan alam yang disuguhkan sangat menyegarkan. Semua pesona alam yang asri itu terkesan hilang ditutup rerumputan, sampah, hingga kotoran hewan ternak.

“Saat ini di Abdya telah hadir beberapa objek wisata baru yang pengelolaannya dilakukan oleh BUMG (Badan Usaha Milik Gampong). Besar harapan, objek wisata yang telah lama muncul di Abdya juga dapat dikelola dengan baik. Namun selama pademi Covid-19 melanda, membuat sektor pariwisata Abdya semakin tak terurus,” harapnya.(c50)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved