Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Pelaku Vandalisme Menangis di Hadapan Pengurus Masjid, Kasus Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Am, pria yang telah dikarunia enam anak--dua di antaranya meninggal--terlihat menitikkan air mata ketika jamaah dan masyarakat kompak menerima maafnya

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Pelaku vandalisme, Am (tengah) saat menghadiri mediasi dengan pengurus Masjid Besar Al-Huda, Karangbaru, Aceh Tamiang, Senin (2/8/2021). 

Dia pun mengingatkan keluarga Am lebih meningkatkan perhatian agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Karangbaru, Aipda Tri Budi Maulana mengakui, ada permintaan dari masyarakat dan pengurus masjid untuk tidak meningkatkan status pelaku menjadi tersangka.

Pasca-pelaku diserahkan keluarga pada Minggu (1/8/2021) malam, perwakilan warga menghubungi polisi minta dipertemukan dengan pelaku untuk membahas mediasi.

“Kami hanya menjalankan keinginan warga, makanya tadi pelaku kita dampingi saat pertemuan di masjid,” kata Tri mewakili Kapolsek Karangbaru, AKP Yozana Fajri. 

Kalimat hinaan yang ditulis di sejumlah dinding masjid menggunakan spidol ini pertama kali diketahui saat jamaah akan melaksanakan Shalat Subuh, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Fakta Pelaku Vandalisme Mushala Darussalam, Depresi hingga Dikucilkan, Dulu Rajin Beribadah

Baca juga: Fakta Baru Ungkap Motif Pelaku Vandalisme di Mushala, Tertekan Dilarang Orangtua Keluar Rumah

Baca juga: Pelaku Vandalisme Sobek Al Quran dan Corat Musala Darussalam, Begini Pengakuannya Setelah Diciduk

Mujahid, seorang pengurus Masjid Besar Al Huda mengatakan, tulisan ini cukup mengganggu karena berada di titik yang dilalui jamaah.

“Rata-rata di dekat tempat wudhu, jadi setiap jamaah yang akan ambil wudhu pasti membacanya,” kata Mujahid.

Sejak awal, kecurigaan siapa pelaku sudah mengarah kepada seseorang.

Kecurigaan ini didasari rekaman CCTV yang menampilkan sosok pria yang datang ke masjid pada Rabu (28/7/2021) dini hari.

“Jam satu malam kurang, ada yang terekam masuk ke masjid, kecurigaan mengarah ke dia,” sambungnya.

Namun rekaman CCTV berdurasi 23 detik itu hanya menampilkan sosok seorang pria yang masuk ke masjid melalui pintu gerbang utama.

Kamera CCTV yang terpasang pada empat titik tidak menjangkau aktivitas pria tersebut ketika bergerak ke arah kanan masjid.

“Semua tulisan ada di sebelah kanan masjid, dan dari empat CCTV yang kami periksa, malam itu cuma dia yang datang ke masjid,” ungkapnya.

Diketahui, Masjid Besar Al Huda merupakan salah satu masjid bersejarah di Aceh Tamiang.

Jejak sejarah ini tertulis di salah satu bagian dalam yang menjelaskan masjid tersebut didirikan oleh Radja Karang IX Tuanku Radja Silang tahun 1924 dan direnovasi oleh Radja Karang X pada 1936 Masehi.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved