Breaking News:

Pelayanan KUA Dialihkan ke Masjid

Pascakebakaran yang menghanguskan belasan rumah dan satu Kantor Urusan Agama Kecamatan Simpang Kiri

Editor: hasyim
SERAMBI/KHALIDIN
Kondisi bangunan dan dokumen KUA Simpang Kiri, kawasan Jalan Syekh Hamzah Fansury, Desa Subulussalam Selatan, yang terbakar, Sabtu (31/7/2021) sore. 

* Pascakebakaran di Simpang Kiri

SUBULUSSALAM - Pascakebakaran yang menghanguskan belasan rumah dan satu Kantor Urusan Agama Kecamatan Simpang Kiri, pelayanan administrasi kantor tersebut kini dialihkan ke Masjid Agung Subulussalam, Kota Subulussalam.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Subulussalam, Juniazi Yahya, Minggu (1/8/2021), menyusul terbakarnya kantor KUA Simpang Kiri dan menghanguskan semua isinya, termasuk dokumen penting.

Sebelumnya, Kemenag Subulussalam sudah berkoordinasi dengan Camat Simpang Kiri dan disepakati pelayanan administrasi KUA setempat sementara waktu di kantor camat. Namun belakangan atas berbagai pertimbangan, pelayanan administrasi KUA Simpang Kiri dipindahkan ke Masjid Agung Subulussalam.

Hal ini dilakukan karena ruang kantor Camat Simpang Kiri dinilai tidak akan maksimal nantinya apalagi bila ada pasangan yang mau melaksanakan nikah di tempat. "Ada perubahan lokasi kantor KUA sementara. Sebelumnya direncanakan di kantor Camat Simpang Kiri, tapi atas masukan dan pertimbangan lain kita alihkan ke Masjid Agung Subulussalam," kata Juniazi

Pertimbangan pemilihan Masjid Agung Subulussalam karena bila ada pasangan mau menikah dapat langsung dilaksakan di sana. Kemudian lokasinya juga strategis serta ruang yang tersedia di sana juga memadai.

Pihak Kemenag Subulussalam sudah meminta izin secara resmi kepada Badan Kemakmuran Masjid (BKM) serta imam masjid besar Agung Subulussalam. "Alhamdulillah kita diizinkan untuk meminjam beberapa ruangan di Masjid Agung Subulussalam sebagai lokasi pelayanan administrasi KUA Simpang Kiri," ujarnya.

Juniazi Yahya memastikan semua dokumen yang ada di dalam bangunan KUA Simpang Kiri musnah terbakar. "Pagi tadi (kemarin, red) saya bersama Kepala KUA Simpang Kiri dan pejabat lainnya mengecek kembali kondisi bangunan dan isinya, hasilnya semua dokumen yang ada di KUA Simpang Kiri memang musnah terbakar," katanya, Minggu (1/8/2021).

Juniazi menyampaikan dokumen yang terbakar bukan saja akta nikah kosong tapi tak sedikit telah berisi milik pasangan menikah. Selain itu ada pula berkas sertifikat akta wakaf turut ludes dalam musibah kebakaran yang terjadi, Sabtu (31/7/2021).

Atas hal ini, dia mengaku sudah menyampaikan secara resmi kepada direktur KUA kementerian Agama RI. Laporan tertulis disampaikan pula melalui Kanwil Kemenag RI Provinsi Aceh untuk diteruskan ke Kementerian Agama RI.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved