Breaking News:

Tim SAR belum Temukan 2 Nelayan Hilang

Pencarian dua nelayan asal Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, belum berbuah hasil

Editor: hasyim
Serambinews.com
Tim gabungan melakukan pencari nelayan hilang di Desa Kilangan, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil, dengan menyisir laut, Minggu (4/4/2021) 

SINGKIL - Pencarian dua nelayan asal Desa Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, belum berbuah hasil hingga Minggu (1/8/2021) pukul 14.35 WIB. Mereka sudah  mengerahkan empat kapal. Satu diantaranya pukat cincin KM Sejati yang lebih tahan dari cuaca buruk.

Nelayan yang hilang yakni Zakaria (68) dan Syafrizal (39). Keduanya pergi melaut pada Jumat (30/7/2021) sore. Proses pencarian juga terkendala cuaca buruk berupa hujan dan angin mulai turun, yang memicu terjadinya gelombang tinggi.

Akibat cuaca tak bersahabat,  untuk sementara tim berlindung ke Sarang Gantung, Kecamatan Pulau Banyak Barat. "Dikarenakan faktor cuaca SRU 1 terpaksa berlindung ke Sarang Gantung," kata Sekretaris Satgas Search and Rescue (SAR) Kepulauan Banyak.

Saat melakukan penyisiran Tim Search and Rescue Unit (SRU) I tersebut sempat menemukan life jacket berwarna oranye mengapung di laut.

Tapi tim pencari perkirakan bukan milik korban. Life jacket tersebut bertuliskan Dishub Aceh TA (tahun anggaran) 2019. "SRU 1 menemukan life jacket di koordinat 2°12.529' N 97°31.987' E tapi kemungkinan bukan milik korban," jelas Yudistira.

Belum pulangnya dua nelayan membuat cemas keluarga. Sebab, saat malam kejadian turun badai berupa hujan disertai angin yang memicu terjadinya gelombang tinggi. Biasanya nelayan pergi melaut sore,  lantas pulang malam hari. Namun hingga siang belum juga pulang.

Kecemasan kian bertambah, lantaran diketahui hanya sedikit membawa perbekalan makan. Nahasnya lagi Zakaria dan Syafrizal tidak membawa telepon seluler. Sehingga keberadaanya sulit terlacak.

"Pada hari Jumat 30 Juli 2021 sekira pukul 17.30 WIB, kedua nelayan berangkat melaut malam. Sekitar pukul 23.00 WIB, turun badai dengan cuaca angin kencang dan hujan deras," kata Yudistira Satgas Search dan Rescue (SAR) Kepulauan Banyak.

Pencarian dilakukan sejak kemarin. Untuk hari ini empat Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan melakukan pencarian. Empat SRU tersebut masing-masing KM Sejati, Speed Ambulance Desa Pulau Baguk, KM Restu Bunda dan SRU keempat menggunakan speed boat.

Tiap SRU menyisir arah berbeda sesuai arus air laut ketika nelayan hilang, Jumat (30/7/2021) malam. Sayang operasi pencarian sejauh ini masih terhambat cuaca buruk.(de)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved