Breaking News:

Salam

Awas, Kasus Harian di Aceh Naik Tajam

Satgas Covid-19 Aceh menyebut, kasus harian positif Covid-19 di Aceh cenderung meningkat, sejak 20 Juli 2021 atau sejak

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/ DEDE ROSADI
Sekolah di Aceh Singkil, sepi setelah pembelajaran tatap muka dihentikan sementara akibat tingginya kasus Covid-19, Jumat (30/7/2021). 

Satgas Covid-19 Aceh menyebut, kasus harian positif Covid-19 di Aceh cenderung meningkat, sejak 20 Juli 2021 atau sejak Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah hingga mencapai tak kurang dari 100 kasus bahkan di atas 150 hingga 200 kasus setiap harinya. Oleh sebab itu, masyarakat diminta patuh pada protokol kesehatan serta menjalani program vaksinasi bagi yang belum divaksin untuk memutus matarantai penyebaran varian-varian baru virus Corona.

Menurut data, pada 23 Juli tercatat 145 kasus, 24 Juli 212 kasus, 25 Juli 200 kasus. Selanjutnya pada 26 Juli sebanyak 160 kasus, 27 Juli 226 kasus 28 Juli 237 kasus, 29 Juli 231 kasus, 30 Juli 240 kasus, 31 Juli 228 kasus, dan kemarin 1 Agustus sebanyak 204 kasus. "Kasus konfirmasi positif harian Covid-19 di Aceh selalu berfluktuatif, tapi tren-nya memang tampak lagi meningkat tajam dalam sepekan terakhir," kata Jubir Satgas Covid nAceh, Saifullah Abdulgani.

Pada minggu III Juli 2021 (periode 19-25 Juli), kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak 774 kasus. Sepekan berikutnya (periode 26 Juli-1 Agustus 2021), kasus positif melonjak hingga 1.526 kasus. "Peningkatan sekitar 97,16 persen," katanya. Ditanya penyebab peningkatan kasus mingguan hampir 100 persen itu, SAG mengatakan, diperlukan analisis kausalitas untuk mengetahui secara lebih pasti faktor risiko yang memicu kenaikan kasus tersebut.

Di tengah melonjakkanya kasus Corona di Aceh, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyatakan varian delta virus Corona sudah menyebar hampir merata di seluruh daerah di Indonesia berdasarkan hasil penelitian spesimen.

"Varian Delta mendominasi 86 persen spesimen yang dilakukan sequencing dalam 60 hari terakhir, berasal dari 24 provinsi, sehingga dapat dikatakan persebaran ini hampir merata di seluruh Indonesia." Jejaring laboratorium genomic sequencing atau metode pengurutan genom untuk memetakan mutasi virus di bawah komando Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) terus berupaya menelusuri pola persebaran varian virus Corona di Indonesia.

Sejak awal Januari hingga 28 Juli, Indonesia sudah melaporkan 3.651 hasil pengurutan genom ke dalam database global. Tercatat di dalamnya, tiga dari empat varian virus corona yang harus diwaspadai, yaitu varian alfa, beta, dan delta. Laporan tersebut patut menjadi perhatian bersama, mengingat potensi penularan varian baru virus Corona di Indonesia masih sangat tinggi. Makanya, untuk menekan penyebaran Covid-19, pemerintah melakukan penguatan testing dan tracing terutama di pemukiman padat penduduk. Penduduk yang mengalami kontak erat akan diarahkan untuk dikarantina.

Pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan volume testing dari sekitar 300.000 menjadi 500.000 per hari.. "Kita juga lakukan percepatan vaksin untuk menaikkan imunitas tubuh. Vaksinasi juga mengurangi risiko tertular, menderita sakit berat, bahkan risiko kematian dari pasien terjangkit Covid-19," ujar Nadia.

Kita masyarakat juga diminta kesadaran serta ikut berpartisipasi dalam membantu menghambat, bahkan memutus transmisi virus dengan patuh pada protokol kesehatan. Yakni mengenakan masker, menjaga jarak, serta mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, serta menghindari kerumunan jika keluar rumah. Itu anjuran yang harus dipatuhi oleh masyarakat di mana pun berada.

Apalagi, seperti di Aceh ini, tren penambahan kasus masih tinggi dengan rata-rata di atas 100 kasus per hari dan hampir tidak ada kabupaten/kota yang steril dari Covid-19. Di sisi lain, potensi penularan varian delta sangat tinggi dan menjadi salah satu faktor meningkatnya angka kematian akibat virus Corona di negeri ini. "Sebagai tindak pencegahan penyebaran, masyarakat yang terdeteksi sebagai kasus positif, diharapkan langsung melapor kepada petugas setempat agar dapat dipantau dan dihubungkan dengan akses kesehatan," imbau pemerintah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved