Breaking News:

Internasional

AS Berkonsultasi dengan Inggris, Rumania, dan Israel, Bersumpah Balas Serangan Iran ke Kapal Tanker

Pemerintah Amerika Serikat (AS) berkonsultasi dengan Inggris, Rumania dan Israel untuk menanggapi serangan kapal tanker oleh Iran.

Editor: M Nur Pakar
AP
Presiden AS, Joe Biden (tengah) didampingi Menlu Anthony Blinken dan Menhan, Lloyd Austin menggelar konferensi pers tentang serangan Iran ke kapal tanker Israel di Washington, AS, Selasa (3/8/2021). 

Sebelumnya, seorang warga negara Rumania dan seorang warga negara Inggris tewas dalam serangan 29 Juli di kapal Mercer Street.

Kapal itu dimiliki oleh perusahaan Jepang tetapi dikelola oleh Zodiac Maritime milik Israel.

Iran masih menyangkal keterlibatannya.

Baca juga: Iran Catat Rekor Baru, Kasus Virus Corona Sehari 37.189 Orang, Lockdown Segera Dipertimbangkan

AS dan Inggris mengatakan secara terbuka akan terus mengadakan konsultasi mengenai kemungkinan tanggapan terhadap serangan itu.

Sedangkan Kementerian luar negeri Rumania memanggil duta besar Iran pada hari Senin dan meminta penjelasan dari Iran tanpa penundaan.

"Kami berhak untuk bertindak sesuai dengan itu, bersama dengan mitra internasional kami, untuk tanggapan yang tepat," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Duta Besar Iran untuk Inggris, Mohsen Baharvand, dipanggil ke Kantor Luar Negeri oleh James Cleverly, menteri untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

Dengan cerdik menegaskan kembali dalam sebuah pernyataan, Iran harus segera menghentikan tindakan yang membahayakan perdamaian dan keamanan internasional.

Dia menegaskan kapal harus diizinkan untuk bernavigasi secara bebas sesuai dengan hukum internasional.

Baca juga: Ironis, Serangan Milisi Iran ke Pasukan AS, Jelang Pertemuan Perdana Menteri Irak dengan Joe Biden

Seorang pejabat Iran yang dikutip oleh kantor berita Nour memperingatkan AS dan Inggris untuk tidak mengancam Iran.

"Setiap langkah yang bertentangan dengan kepentingan dan keamanan nasional Iran akan menghadapi tanggapan keras dan tegas," katanya.

"Washington serta London akan bertanggung jawab langsung atas konsekuensinya," kata pejabat Iran itu.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved