Breaking News:

Banda Aceh Segera Aktifkan WRS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh telah mulai memasang alat monitor gempa

Editor: hasyim
BMKG/For Serambinews.com
Peralatan Warning Receiver System (WRS) New Generation yang dipasang BMKG di 15 titik di Aceh. Dengan peralatan ini para pemangku kepentingan bisa melakukan langkah-langkah tepat dan terukur jika terjadi gempa yang signifikan. 

* Untuk Deteksi Gempa dan Tsunami

BANDA ACEH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh telah mulai memasang alat monitor gempa bumi dan tsunami yaitu Warning Receiver System (WRS), Senin (2/8/2021). Alat pendeteksi itu akan segera diaktifkan dalam waktu dekat.

Pemasangan WRS untuk memudahkan memantau kejadian bencana alam berupa gempa bumi dan tsunami. Bantuan WRS tersebut atas permintaan BPBD Banda Aceh ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Pelaksana BPBD Banda Aceh, Rizal Abdillah SSos MSi melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Drs Nata Kurniawan Lubis MM mengatakan, WRS ini hasil permintaan BPBD supaya ditempatkan di Banda Aceh. Agar apabila terjadi gempa dan berpotensi tsunami maka WRS ini dalam waktu 3-4 menit dapat segera menginformasikan kekuatan gempa dan pusat gempa.

“Serta peringatan dini tsunami kepada pejabat yang berwenang dan dapat segera mengambil keputusan untuk disampaikan kepada instansi terkait dan masyarakat agar melakukan evakuasi ketempat yang lebih tinggi dan aman dari tsunami,” kata Nata.

“Makanya saat ini BMKG menanggapi dan juga membantu BPBD sehingga WRS bisa di pasang pada tahun ini. Ini baru diproses untuk pemasangan,” tambahnya.

Untuk selanjutnya, kata Nata, setelah diinstal akan dilakukan pelatihan kepada operator dari anggota Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) untuk memfungsikan alat tersebut dan selanjutnya akan mensosialisasikannya ke masyarakat terkait mekanisme WRS tersebut.

Bisa Melalui Pesan WA

KABID Kedaruratan dan Logistik BPBD Banda Aceh, Drs Nata Kurniawan Lubis MM menambahkan, Warning Receiver System (WRS) dapat menjadi salah satu upaya pendeteksi gempa dan tsunami, serta menghindari korban jiwa.

“Pendeteksian dan informasi gempa dan tsunami disampaikan melalui pesan SMS dan Whatsapp. Di Aceh WRS sudah di tempatkan di Basarnas, BPBD kota Banda Aceh, BPBA dan Aceh Barat,” ungkapnya.

Dilanjutkan, dengan adanya informasi peringatan dini bisa mengurangi resiko korban bencana gempa dan tsunami yang akan terjadi di Kota Banda Aceh. “Hal ini karena sudah duluan kita informasikan, sehingga masyarakat bisa langsung melakukan evakuasi dan penyelamatan sebelum terjadi bencana,” tutupnya.(mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved