Breaking News:

Cat Ulang Pesawat Kepresidenan Habiskan Miliaran, Demokrat: Tidak Punya Empati di Tengah Pandemi

"Di sisi lain keterbatasan anggaran negara. Namun pemerintah malah lebih memperhatikan dandanan atau sibuk bersolek," kata Kamhar.

Editor: Faisal Zamzami
JET PHOTOS/Abdiel Ivan Rivandi
Pesawat Boeing 737-8U3 yang menjadi pesawat Kepresidenan RI dengan cat merah putih. 

SERAMBINEWS.COM -- Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menyikapi polemik pengecatan pesawat kepresidenan yang merubah warna biru-putih menjadi merah-putih.

"Kami tegaskan bahwa kritiknya bukan pada persoalan diubahnya warna biru menjadi warna merah, bukan persoalan politik warna atau warna sebagai identitas politik," kata Kamhar di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Kamhar mengatakan kritiknya jauh lebih subtantif dimana situasi objektif bangsa kita saat ini sedang prihatin akibat terpaan badai pandemi Covid-19 yang tak berkesudahan dan malah terus melonjak.

"Di sisi lain keterbatasan anggaran negara. Namun pemerintah malah lebih memperhatikan dandanan atau sibuk bersolek," kata Kamhar.

Kamhar mengatakan pemerintah sungguh tak punya sensitifitas dan empati dalam menilai situasi dan tak punya kebijaksanaan dalam mengalokasikan anggaran.

"Buta mata dan buta hati," kata dia.

Apalagi, menurut Kamhar, jika argumentasinya bahwa perubahan warna  pesawat kepresidenan RI ini telah direncanakan sejak jauh-jauh hari, sejak 2019.

"Semakin menunjukan kebodohan dan ketidakpekaan untuk memahami bahwa negara kita tengah mengalami krisis yakni krisis kesehatan dan krisis ekonom," kata Kamhar.

Menurut dia, dalam situasi krisis diperlukan manajemen dan pengelolaan pemerintahan mesti disesuaikan termasuk dalam mekanisme pengalokasian dan penggunaan anggaran yang telah direspon melalui UU No. 2 Tahun 2020 dimana otoritas anggaran sepenuhnya oleh eksekutif agar lebih cepat dalam mengkonsolidasikan sumberdaya keuangan dalam mengatasi krisis kesehatan dan krisis ekonomi.

"Namun yang dipertontonkan sungguh berbeda, malah mengalokasikan anggaran untuk pengecatan pesawat yang sama sekali tak ada pentingnya malah tak berhubungan sama sekali dengan upaya mengatasi krisis kesehatan dan krisis ekonomi," tegas Kamhar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved