Breaking News:

Tim DPRA Ambil Sampel Air

Satu tim yang terdiri atas rombongan Komisi II DPRA melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke dua pabrik

Editor: hasyim
SERAMBI/DEDE ROSADI
Mobil truk bermuatan tandan buah segar kelapa sawit melintas di jalan Singkil-Gunung Meriah, Aceh Singkil, Minggu (20/6/2021). 

* Sidak Dua Pabrik Sawit Terkait Limbah di Sungai

SUKA MAKMUE - Satu tim yang terdiri atas rombongan Komisi II DPRA melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke  dua pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) di Nagan Raya, Senin (2/8/2021) siang. Mareka turut mengambil sampel air pada kolam pengelolaan limbah terakhir di kedua pabrik tersebut. Kunjungan mereka terkait dugaan pencemaran limbah sawit di Krueng Tadu. 

Dua pabrik yang jadi sasaran sidak tim DPRA meliputi PT Fajar Baizuri dan PT Kharisma Iskandar Muda (KIM) yang berlokasi di Kecamatan Tadu kabupaten setempat. Turunnya tim DPRA terkait laporan masyarakat Krueng Tadu yang berdekatan dengan kedua pabrik tersebut, yang selama ini sering tercemar limbah, bahkan yang terakhir terjadi pada pekan lalu.

Tim DPRA yang turun meliputi Irpannusir, Kartini, Rijaludin, Yahdi, Ridwan, dan Zaini Bakri. Turut juga mendampingi DPRA adalah Ketua Komisi III DPRK Nagan Raya Zulkarnaini, tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nagan Raya Jufrizal dan Samsul Kamal serta staf.

Dalam peninjauan, tim turut didampingi lembaga Aliansi Peduli Lingkungan (Apel) Nagan Raya Syukur serta tokoh masyarakat setempat. Tim mengawali peninjauan ke PT Fajar Baizuri yang berlanjut ke PT KIM. Tim melihat semua kolam penampungan air limbah. Lalu pada kolam terakhir tim mengambil sampel air guna diuji di laboratorium.

Ketua Komisi II DPRA, Irpannusir kepada wartawan mengatakan, tim DPRA turun ke lokasi atas laporan masyarakat karena adanya pencemaran limbah di Krueng Tadu, Nagan Raya. Di lokasi sungai yang tercemar terdapat dua perusahaan kelapa sawit, yakni PT Fajar Baizuri dan PT KIM. "Maka kami kunjungi kedua perusahaan ini untuk melihat pengolahan limbahnya," katanya.

Terkait laporan pencemaran limbah di Krueng Tadu juga sudah turun tim DLH beberapa waktu lalu. DLH Nagan Raya juga telah mengirim sampel air. Selain itu, DPRA juga mengambil sampel air pada kolam terakhir guna dicocokkan apakah terjadi pencemaran limbah di Krueng Tadu oleh kedua perusahaan tersebut atau tidak.

Menurut Irfan, sampel air dikirim ke laboratorium. "Namun bila nanti ada pencemaran, maka DPRA akan menyurati DLHK Aceh untuk meminta menyurati DLH Nagan Raya agar memberikan sanksi tegas sesuai aturan kepada pihak perusahaan," ujarnya.

Usut Tuntas

Ketua Komisi II DPRA kembali meminta perusahaan kelapa sawit di Aceh termasuk di Nagan Raya tidak mencemari lingkungan dengan limbah. Kegiatan yang dilakukan harus sesuai dengan amdal yang telah disusun. "Kami meminta masyarakat laporkan ke DPRA dan dinas terkait bila di daerahnya tercemar limbah," katanya.

Ketua Aliansi Peduli Lingkungan Nagan Raya, Syukur meminta pengusutan kasus dugaan pencemaran limbah ke Krueng Tadu  diusut tuntas sehingga ke depan tidak akan terjadi lagi. Sebab, sungai merupakan sumber air utama warga yang menetap di daerah aliran sungai.(riz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved