Breaking News:

Opini

Heriyanti Akidi dan Kegaduhan Kita

Ketika kita dalam suasana lemah dan terpuruk, bantuan apa pun dan dari siapa pun akan membuat kita bahagia karena ada secercah harapan

Editor: bakri
Heriyanti Akidi dan Kegaduhan Kita
FOR SERAMBINEWS.COM
J. Kamal Farza, SH., MH, Praktisi Hukum, Tinggal di Jakarta

Oleh J. Kamal Farza, SH., MH, Praktisi Hukum, Tinggal di Jakarta

Ketika kita dalam suasana lemah dan terpuruk, bantuan apa pun dan dari siapa pun akan membuat kita bahagia karena ada secercah harapan di tengah situasi kita yang payah.

Pandemi Covid-19 yang tengah menyerang dunia, tak terkecuali kita, berlangsung sangat lama. Virus ini bukan saja menyerang fisik dan mental, tetapi membuat banyak orang dibuat jatuh ekonominya, banyak usaha gulung tikar, dan banyak perusahaan bangkrut oleh virus mematikan ini.

Banyak sekali keluhan dari fakta-fakta yang dialami sendiri  teman-teman pengusaha, dia harus menutup usahanya karena tidak mampu lagi bertahan akibat terjangan krisis. Dan begitu banyak pula yang kehilangan pekerjaan karena diberhentikan atau kurang mendapat order. Ribuan perusahaan jasa yang kesulitan melanjutkan usahanya karena susah menagih akibat kliennya juga bangkrut.

Ada ribuan bahkan jutaan kisah suram kondisi keterpurukan masyarakat kita yang mengalami krisis ekonomi akibat pandemi. Kondisi ini bukan semata dialami rakyat Indonesia, ini juga dialami masyarakat dunia yang selalu berharap bala ini segera berakhir dan mereka bisa bangkit lagi.

Di tengah kegalauan situasi itu, tampil seseorang ke tengah kita, membawa harapan, menghidangkan minuman dingin di tengah pada padang sahara, menjulurkan tangannya untuk kita keluar dari lubang yang menghimpit. Itulah keluarga mendiang Akidi Tio, yang konon adalah seorang pengusaha sukses Palembang, yang berasal dari Langsa, Aceh. Keluarga Akidi ini ditemani seorang dokter professor (yang merupakan dokter keluarganya), menyatakan akan menyumbang kepada masyarakat Sumatera Selatan uang tunai sebesar Rp 2 triliun.

Maka, hebohlah jagat raya. Peristiwa besar yang mengundang banyak decak kagum ini, tentu membuat wartawan semangat menulisnya di media, dengan jepretan kamera yang selalu siaga. Dalam hitungan menit, berita ini bisa dibaca di seluruh jagat raya. Tepuk tangan bergemuruh memenuhi alam semesta. Jutaan reposting muncul di berbagai media sosial, menjadi trending topic yang membahana.

“BUKAN main [dengan huruf besar]. Hanya itu yang bisa saya tulis. Kok ada orang menyumbang uang Rp 2 triliun. Orangnya tidak pernah dikenal. Sudah lama pula meninggal dunia” kata Dahlan Iskan, pendiri Jawa Pos, dalam kolomnya di situs Disway.id, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (28/7).

“Saya harus menghubungi Prof Dr dr Hardi Darmawan. Saya tidak punya nomor telepon beliau. Tapi saya kenal dengan kakak beliau. Yang sejak sebelum pandemi tinggal di Singapura,” tulis Dahlan.

Dahlan kemudian terkonek dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri dan Prof Dr dr Hardi Darmawan, sehingga bisa mengkonfirmasi: Sumbangan itu betul ya, Prof? Kok fantastis sekali, kata saya. Betul. Saya kenal baik keluarga itu,”  jawab beliau.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved