Breaking News:

Opini

Heriyanti Akidi dan Kegaduhan Kita

Ketika kita dalam suasana lemah dan terpuruk, bantuan apa pun dan dari siapa pun akan membuat kita bahagia karena ada secercah harapan

Editor: bakri
Heriyanti Akidi dan Kegaduhan Kita
FOR SERAMBINEWS.COM
J. Kamal Farza, SH., MH, Praktisi Hukum, Tinggal di Jakarta

Di banyak media, para pegiatnya mulai dari yang amatir sampai ke yang professional, hampir semua menulis cerita ini. Para pesohor negeri ini pun sepertinya berlomba-lomba ikut memberikan komentar, baik melalui medsos maupun media mainstream.

Tak mau ketinggalan, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). Dalam akun Insgaram @bambang.soesatyo ia menceritakan sosok pengusaha Akidi Tio, pengusaha yang memulai usaha kecap hingga akhirnya memiliki pabrik kecap di Palembang, punya kelenteng di 10 Ulu dan beberapa tempat lain, dan punya perusahaan Cipta Futura di Muara Enim.  Akidi Tio juga pengusaha tambang batu dolomit yaitu batu pembuat pupuk,” ujarnya.

Akidi Tio, lanjut Bamsoet, pernah bersumpah kepada keluarganya yang bernama Thong Ju, seorang China Palembang yang kaya raya di era Presiden Soekarno, “Jika ia menjadi kaya, maka akan memberikan sumbangan kepada rakyat Palembang. Ini terbukti, janjinya (ditepati) melalui wasiat anak cucunya,” jelasnya, sembari menambahkan, Akidi Tio juga sering menyumbang dalam jumlah besar di Sumatera Selatan dan di beberapa wilayah di Indonesia ke panti asuhan yatim, orang cacat dan buta.

Dan banyak lagi, ratusribuan postingan di media sosial, sampai kemudian kita menerima opini berbeda tentang hal ini dari seorang Hamid Awaluddin, Mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan Duta Besar Indonesia untuk Rusia dan Belarusia, ini menulis di kompas.com 1/8/2021: Akidi Tio, Rp 2 triliun, dan Pelecehan Akal Sehat Para Pejabat”.

“Heboh dan meriah. Riuh dengan tepuk tangan para pejabat negeri. Ahli waris Akidi Tio, seorang pengusaha di Sumatera Selatan, menyumbang Rp 2 triliun. Banyak yang kagum dan memuja ketulusan itu, sebab di tengah lilitan utang negara dan derita akibat Covid-19, ada warga negara yang memberikan hartanya untuk kemaslahatan orang banyak. Saya tidak bertepuk tangan,” ujar peraih gelar Ph.D American University, Amerika Serikat ini.

“Saya tidak memberi rasa kagum, apalagi pujian. Saya malah kian sanksi mengenai akal waras kita semua. Saya kian teguh bahwa para pejabat di negeri ini, sama sekali belum belajar dari berbagai kejadian masa lalu. Sejumlah orang telah melecehkan akal sehat dan memarjinalkan tingkat penalaran para pejabat negeri ini. Hingga uang dua triliun tersebut benar-benar sudah di tangan, saya tetap menganggap bahwa di negeri ini masih banyak orang yang ingin mempopulerkan diri dengan cara melecehkan akal waras para pejabat,’ tambah Mantan Anggota Komisi Pemilihan Umum ini.

Lalu ia menceritakan kerisauannya tentang, bahwa kita gampang sekali dikibuli. Sejumlah cerita tentang pejabat yang dikibuli oleh orang-orang biasa, mulai zaman Soekarno sampai hari ini.

“Gagal paham jika percaya kembali ke soal keluarga Akidi Tio yang mendekarasikan diri akan mendonasikan dua triliun rupiah kekayaan mereka. Ini sebuah gagal faham bila hendak mempercayai, sebelum benar-benar uang itu ada. Akido Tio bukanlah seseorang yang memiliki jejak jelas di bidang usaha. Dari mana uang sebanyak itu? Apakah lembaga perpajakan pernah mengetahui dan memungut pajak dari Akidio sedemikian banyak? Rentetan pertanyaan logis yang harus dipakai sebelum mempercayainya.

Yang mungkin terjadi, ahli waris almarhum Akidi Tio, menemukan catatan-catatan tercecer almarhum, yang memilik kesamaran tentang harta almarhum. Lalu, para ahli warisnya membangun mimpi-mimpi indah disertai dengan halusinasi mengenai catatan-catatan tersebut. Untuk mewujudkan halusinasi itu, ada baiknya meminjam tangan negara melalui para pejabat dengan seribu janji,” nukilnya.

Sehari setelah opini Hamid yang banyak direpost di media sosial ini, media memberitakan Polda Sumsel menjemput dan menetapkan anak Akidi Tio, Heriyanti, sebagai tersangka terkait bantuan Rp 2 triliun.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved