Breaking News:

Sekolah Harus Cari Strategi Baru, Agar Bisa Belajar Tatap Muka di Masa Pandemi

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr Taqwallah MKes menyampaikan bahwa pihak sekolah perlu mencari strategi baru pelaksanaan belajar tatap

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Sekda Aceh, Taqwallah 

BANDA ACEH - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr Taqwallah MKes menyampaikan bahwa pihak sekolah perlu mencari strategi baru pelaksanaan belajar tatap muka di masa pandemi Covid-19 ini. Sehingga proses belajar tatap muka tetap bisa berlangsung, tetapi juga memberi rasa aman bagi para peserta didik.

“Supaya anak didik bisa tetap belajar tatap muka dalam situasi pandemi, pihak sekolah perlu mencari dan membuat strategi baru, belajar tatap muka yang memberikan rasa aman bagi siswa,” kata Taqwallah dalam acara zikir dan doa bersama di SMA Lubuk, Aceh Besar, Rabu (4/8/2021).

Acara zikir dan doa bersama itu diikuti sebanyak 623 peserta, yang berasal dari SMA, SMK, dan SLB, serta Kantor Pemerintah Aceh. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Al Hudri MM, dan Sekda Aceh Besar, dan sejumlah pejabat lainnya.

Sekda sangat berharap ada strategi baru yang bisa diambil terkait dengan masalah proses belajar tatap muka ini. Oleh karena itu, usai memberikan arahan, dia langsung memerintahkan Alhudri agar menggelar rapat virtual dengan jajaran sekolah untuk mencari cara belajar tatap muka yang efektif dan mencegah penularan Covid-19.

Taqwallah juga mengingatkan pihak sekolah agar dalam proses belajar tatap muka ini, guru dan siswa melaksanakan penegakan disiplin protokol kesehatan. Antara lain dengan memakai masker, tidak berkerumun, jaga jarak, dan fasilitas pencegah lainnya seperti hand sanitizer dan tempat cuci tangan.

Zikir dan doa bersama

Sementara terkait dengan kegiatan zikir dan doa bersama, Sekda Taqwallah menerangkan, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk memohon perlindungan, pertolongan dan kesehatan kepada Allah SWT, agar bencana pandemi Covid-19 bisa segera berakhir. Kegiatan tersebut sudah berlangsung sejak dua minggu terakhir.

Kegiatan yang sama juga berlangsung di ruang Potensi Daerah, lantai II Kantor Gubernur Aceh, yang dipimpin oleh Asisten I Dr M Jafar dan seorang ustaz. Taqwa meminta, parfa pejabat yang melakukan perjalanan daerah agar setiap pagi sebelum bekerja mengikuti acara zikir dan doa bersama selama 30 menit di dekat tempat ia menginap. Apakah di sekolah maupun gedung pemerintah daerah yang melakukan acara zikir dan doa bersama.

Usai mengikuti acara zikir bersama di SMA Lubuk, Aceh Besar, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, kemudian melakukan absensi dari lokasi acara zikir, di salah satu ruang sekolah SMA Lubuk.

Usai mengabsen pejabat yang melakukan perjalanan ke luar daerah dan beberapa intansi pemerintah di lingkup Pemerintah Aceh, tepat pukul 09.00 WIB Sekda meninggalkan lokasi dan menuju Kantor Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) yang sedang melakukan kegiatan donor darah.

Dari Kantor Arpus, pukul 09.30 WIB Sekda kembali ke ruang kerjanyanya di Kantor Gubernur untuk memimpin rapat aset dengan para Sekda se- Kabupaten/kota.

Taqwallah mengatakan, acara pembahasan aset daerah ini sangat penting agar aset Pemerintah Aceh yang berada di daerah bisa dimanfaatkan oleh kabupaten/kota setelah dilakukan serah terima. “Dengan demikian aset tidak terbengkalai dan tidak dimanfaatkan pihak ketiga yang tidak memberikan hasil apa-apa bagi daerah,” tuturnya.

Rapat tersebut dipimpin Asisten III Setda Aceh, Dr Iskandar, dari ruang rapat Sekda Aceh melalui zoom meeting. Usai rapat masalah aset, Sekda melanjutkan kegiatannya dengan memenuhi undangan Badan Anggaran (Banggar) DPRA.(her)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved