Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Selebgram Herlin Kenza Wajib Lapor Tapi Tak Hadir ke Polres Lhokseumawe

Keduanya hari ini tidak hadir ke Mapolres Lhokseumawe untuk jadwal wajib lapor karena berstatus sebagai tersangka kasus kerumunan.

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Taufik Hidayat
SERAMBINEWS/ZAKI MUBARAK
Herlin Kenza dan Kapolres Lhokseumawe. 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Hari ini jadwal Selebgram Aceh, Herlin Kenza dan KS pemilik toko kasus kerumunan di Pasar Inpres Lhokseumawe untuk wajib lapor ke Mapolres Lhokseumawe terkait kasus kerumunan di Pasar Inpres.

"Hari ini keduanya cukup melapor lewat komunikasi aja," jawab Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto melalui Kasat Reskrim AKP Yoga Panji Prasetya, kepada Serambinews.com, Kamis (5/8/2021).

Informasi yang diterima, keduanya hari ini tidak hadir ke Mapolres Lhokseumawe untuk jadwal wajib lapor karena berstatus sebagai tersangka kasus kerumunan.

Meskipun keduanya tersangka, mereka berdua tidak ditahan polisi, namun mengembankan wajib lapor seminggu dua kali kepada Herlin dan KS.

AKP Yoga menjelaskan, untuk kemarin sore berkas sudah di limpah ke JPU untuk tahap 1.

"Yang penting kemarin sore berkas sudah kita limpah ke JPU untuk tahap satu," jelasnya.

Baca juga: FAKTA Dua Remaja Terlibat Tarung Bebas di Makassar, Terungkap Harga Tiket dan Hadiah Pemenang

Baca juga: Diberi Pil oleh Seseorang Baru Dikenal Saat Nyantai di Kafe, Wanita Medan Tewas Diduga Overdosis

Baca juga: Motif Perkelahian Dua Kelompok Gadis di Tanah Merah Depok, Sempat Saling Tantang di Media Sosial

Sebelumnya pernyataan Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto, menjelaskan mereka berdua wajib lapor secara fisik datang ke Mapolres 2 kali seminggu.

Mereka berdua Herli Kenza dan KS itu dijadwalkan setiap hari Senin dan Kamis wajib lapor.

Mereka tidak ditahan karena dijerat dengan Pasal 93 UU Kekarantinaan nomor 6 tahun 2018, Juncto Pasal 55 KHUP dengan ancaman hukuman 1 tahun penjara.

"Nanti bagaimana kelanjutannya, akan kami sampaikan lagi," katanya.

Sebelumnya, Herlin Kenza diperiksa selama 8 jam dan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Herlin juga dicecar 30 pertanyaan oleh penyidik. 

Ia menjelaskan pertanyaan-pertanyaan polisi itu berusaha menggali soal kasus kerumunan di Pasar Inpres Lhokseumawe saat Selebgram Herlin dan KS pemilik toko membuat endorese.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved