Sembilan Rumah dan Enam Ruko Terbakar
Sebanyak sembilan rumah di Bener Meriah serta enam rumah toko (ruko) dan satu gudang di Pidie Jaya (Pijay), Selasa (3/8/2021), terbakar
REDELONG - Sebanyak sembilan rumah di Bener Meriah serta enam rumah toko (ruko) dan satu gudang di Pidie Jaya (Pijay), Selasa (3/8/2021), terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran yang diduga akibat hubungan arus pendek (korslet listrik) itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Di Bener Meriah, kebakaran terjadi di Kampung Kala Tenang, Kecamatan Bener Kelipah, pada Selasa (4/8/2021) malam. Dari sembilan rumah yang terbakar, tujuh di antaranya--enam rumah berkonstruksi kayu dan satu rumah semi permanen--ludes dilalap api. Sementara dua rumah lainnya yang berkonstruksi beton hanya terbakar di bagian dapur.
Tujuh rumah yang hangus masing-masing milik Hamjah (55), Gunawan (30), Ahdiah (55), Rahma Yanti (24), Fatimah (63), Sukurdi (30), dan Roslina (55). Sedangkan dua rumah yang hanya rusak di bagian dapurnya adalah milik M Saleh (65) dan Rabusin (35).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi, kepada Serambi, Rabu (4/8/2021) mengatakan, kebakaran itu terjadi pada Selasa (3/8/2021) malam sekitar pukul 21.40 WIB. Untuk memadamkan api, sebut Safriadi, pihaknya menurunkan lima mobil pemadam kebakaran (damkar). "Api baru berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian atau pukul 22.30 WIB," ujarnya.
Menurut Safriadi, pada saat kebakaran, kawasan tersebut sedang dilanda angin kencang, sehingga menyulitkan petugas dalam memadamkan api. Selain itu, sumber air sangat susah dan akses jalan menuju lokasi sangat sempit, sehingga menghambat mobil damkar. “Dugaan sementara, kebakaran itu terjadi akibat korslet listrik,” ungkap Safriadi.
Salah seorang korban, Rahma Yanti (24), mengatakan, pada waktu kejadian, ia bersama ibunya sedang berada dalam rumah. "Saat itu, saya melihat api pada salah satu rumah, lalu saya membawa ibu saya yang sedang sakit keluar dari rumah," jelasnya.
Sambil keluar dari rumah, sambung Yanti, ia berteriak meminta tolong kepada warga lain yang pada saat itu sudah banyak yang tertidur. Ia menyebutkan, hanya satu sepada motor yang berhasil diselamatkannya dari amukan ‘si jago merah.’ "Saya ikhlas menerima musibah tersebut, karena ini merupakan takdir dari Allah SWT," ucap Yanti pasrah.
Atas kejadian itu, ia berharap Pemkab Bener Meriah dapat membantu membangun kembali rumah para korban. "Saya berharap ada rumah bantuan yang layak untuk semua korban," demikian Rahma Yanti.
Pantauan Serambi di lokasi kejadian, kemarin, korban kebakaran menerima bantuan masa panik dari Pemkab Bener Meriah dan Bank Aceh Syariah Cabang Bener Meriah. Bantuan dari Pemkab yang disalurkan melalui Dinas Sosial dan BPBD setempat antara lain berupa uang tunai, sembako, peralatan masak dan bahan bangunan. Sedangkan dari Bank Aceh Syariah terdiri atas uang tunai dan sembako.
Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bener Meriah, Dailami, berharap bantuan itu dapat membantu mengurangi beban para korban. "Kita berdoa semoga Allah SWT memberi pertolongan-Nya agar kita dapat kembali bangkit dari musibah ini," ujarnya saat penyerahan bantuan masa panik kepada korban di lokasi kejadian, kemarin.
Pada kesempatan itu, Dailami juga mengungkapkan, Pemkab Bener Meriah akan terus berupaya membantu masyarakat yang tertimpa musibah. "Kita akan lakukan langkah-langkah cepat dan tepat untuk mengurangi beban masyarakat yang sudah kehilangan rumah dan harta bendanya," ungkap Plt Bupati.
Terkait dokumen-dokumen penting yang terbakar, Dailami berharap para korban melaporkan ke Reje Kampung dan camat untuk didata. Pembuatan kembali dokumen itu, tambahnya, akan difasilitasi oleh Pemkab Bener Meriah melalui dinas terkait.
Turut hadir dalam penyerahan bantuan masa panik itu antara lain Dandim 0119/Bener Meriah, Letkol Inf Valyan Tatyunis, Wakil Ketua DPRK, Tgk Husnul Ilmi, Ketua MPU, Tgk Almuzani, Kepala Baitul Mal, Tgk Usman Yacub, Pemimpin Bank Aceh Syariah Cabang Bener Meriah, Zaki, Kepala Pelaksana BPBD, Safriadi, Kadis Sosial, Ir Mahmuddin, dan Camat Bener Kelipah, Sahlan Suhada.
Ruko pakaian terbakar
Sementara itu, enam rumah toko (ruko) dan satu gudang di Keude Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya (Pijay), Selasa (3/8/2021) sore sekitar pukul 17.00 WIB ludes terbakar. Kejadian itu diduga akibat korslet listrik.
Kepala Pelaksana BPBD Pijay, Okta Handipa ST MArc, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, keenam ruko yang umumnya digunakan sebagai tempat menjual pakaian. Akibat musibah itu, ia memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. "Ruko yang terbakar itu masing-masing milik Iwan, Mirza,Abdullah, Syibral, Jibral, dan milik Tgk Saiful. Sedangkan satu gudang milik Mirza,"rincinya.
Menurut Okta, pihaknya mengerahkan tujuh mobil damkar dari Pijay dan dari Pos Damkar Kecamatan Samalanga, Bireuen, untuk memadamkan api. “Anggota TNI/Polri dan masyarakat ikut membantu pemadaman kebakaran tersebut,” ungkap Okta.
Setelah petugas dan masyarakat berjibaku sekitar dua jam lebih, tambah Okta, pada pukul 18.30 WIB api berhasil dipadamkan, sehingga tidak menjalar ke ruko lain. Akibat kebakaran itu, sebutnya,
arus lalu lintas di jalan Banda Aceh-Medan sempat macet beberapa jam. Di kedua arah, panjang antrean kendaraan mencapai beberapa kilometer. (bud/c43)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/personel-tni-bersama-warga-membersihkan-puing.jpg)