Selasa, 5 Mei 2026

Imigrasi Bandara Akan Lakukan Pemeriksaan

MEREPONS reaksi warganet atas perlakuan tak pantas terhadap pahlawan olahraga Indonesia, Nurul Akmal, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara

Tayang:
Editor: bakri
Mohd RASFAN / AFP
Lifter Indonesia, Nurul Akmal berlaga dalam cabang angkat besi +87kg putri pada Olimpiade Tokyo 2020 di Tokyo International Forum di Tokyo pada 2 Agustus 2021. 

MEREPONS reaksi warganet atas perlakuan tak pantas terhadap pahlawan olahraga Indonesia, Nurul Akmal, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta akan melakukan penelusuran untuk mencari petunjuk.

Hal itu disampaikannya dalam sebuah cuitan di Twitter @imigrasi_soetta, Kamis (5/8/2021). Pihak Imigrasi Bandara Soetta akan melakukan pemeriksaan pada siaran langsung Instagram dan dokumentasi internalnya.  Mereka berharap, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan akan mendapatkan petujuk.

“Astaga, prihatin banget dengernya. Mimin akan bantu cek di live IG dan dokumentasi internal semalam, semoga ada petunjuk ya. Semangat Dek Nurul!!!!!,” tulis akun Imigrasi Bandara Soetta.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) juga mengecam tindakan tersebut. Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, bahkan sampai mengunggah sebuah postingan khusus di media sosial Instagram untuk menanggapi masalah itu.

"Komentar itu sangat tidak etis. Betul-betul Body Shaming. Kami dari Kemenpora tentu mengecam keras ucapan tersebut. Itu bertentangan dengan piagam Olimpiade," tulis Gatot

Kecaman yang sama juga disampaikan senator asal Aceh, Fachrul Razi. Dia mengatakan, tindakan body shaming tidak dapat kita biarkan apalagi korban adalah atlet yang sedang mengharumkan bangsa di kancah olahraga sekelas Olimpiade. "Pelaku harus diproses agar menjadi efek jera," katanya, Jumat (6/8/2021).

Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Aceh, H Muhammad Saleh juga meminta Pemerintah dan KONI Aceh memberikan perhatian kepada Nurul. Saleh mendesak Pemerintah dan KONI Aceh, untuk mengajukan protes kepada Kemenpora RI dan melakukan advokasi terhadap Nurul Akmal yang mengalami pelecehan saat kembali ke Indonesia.

"Sebutan body shaming kepada Nurul Akmal benar-benar biadab dan tidak beradab saat pahlawan bangsa itu baru saja bertarung dan berjuang untuk mengangkat martabat bangsa," tegas Sekretaris Umum KONI Aceh periode 2010-2014 itu di Banda Aceh.

Mengaku bangga

Sementara itu, terkait pelecehan yang dialami Nurul, sang pelatih, Dirdja Wihardja, mengaku tidak masalah dan justru bangga dengan atlet angkat besi putri berusia 28 tahun itu.

Dirdja membela anak asuhnya, akan tetapi dia juga tidak ingin terlalu terbawa emosi. Terlebih lifter yang turun di kelas +87 kg putri tersebut juga punya mental baja untuk menanggapi omongan miring tersebut.

“Kalau menurut saya namanya juga atlet angkat besi kan harus kuat,” ucap Dirdja, saat dihubungi MPI, Kamis (5/8/2021) sebagaiman dikutip Serambi dari Okezone.com.

“Jadi kalau untuk masalah itu, saya sama sekali tidak ada masalah, Nurul juga baik-baik saja kondisinya,” sambungnya.

Dirdja justru mengaku bangga dengan anak asuhnya tersebut. Sebab Nurul merupakan lifter pertama asal Indonesia yang bermain di kelas berat. “Saya bangga karena Nurul Akmal merupakan yang pertama dari Indonesia main di kelas berat, dia bisa dapat posisi lima, bangga,” lanjutnya.(ar/mas/serambinews.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved