Kiprah Mapala IAIN Lhokseumawe, Jelajahi Jalur Batu Karst di Pegunungan Gle Raja
Mapala IAIN Lhokseumawe bersama petualang alam bebas dan pemerhati lingkungan (Hiwapatala) Aceh, serta UKM PA-JIPALA berhasil tiba di puncak
Mapala IAIN Lhokseumawe bersama petualang alam bebas dan pemerhati lingkungan (Hiwapatala) Aceh, serta UKM PA-JIPALA berhasil tiba di puncak Glee Raja T3330. Mereka sukses mendaki gunung dengan ketinggian 1642MDPL yang berada di Kuta Malaka, Aceh Besar.
Pendakian ini bertujuan untuk mengenal dan menyaksikan secara langsung salah satu batu karst yang berada di Aceh. Pendakian tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari Hiwapatala Aceh, dan Mapala Jipala IAIN Lhokseumawe yang berjumlah 10 orang.
Mereka adalah Maulana Syah Putra (Agul) sebagai ketua tim. Lalu, Rahmat Khadafi (Septi) sebagai navigator, Muhammad Hanif (Abat) sebagai co navigator, serta Rizal Fakri (Alal) sebagai tebaster/penebas umum.
Kemudian, M Najar Irawan (Asta) sebagai co tebaster, Ikram (Arga) sebagai sweeper, Nurul Khairi Humaira (Kwek) sebagai pendamping 1, Imam Munandar (Mambo) sebagai pendamping 2, Hugo Maradona sebagai pendamping 3, serta terakhir Rachmad Kurniady (Thakur) sebagai pendamping 4.
Ketua Harian Hiwapatala Aceh yang juga ketua Tim pendakian, Maulana Syah Putra mengatakan, kegiatan pendakian ini dilaksanakan selama empat hari. Yakni sejak 29 Juli hingga 1 Agustus 2021 lalu.
"Kegiatan mendaki gunung salah satu cara pembentukan karakter. Menikmati keindahan alam, menghirup udara segar, dan media mengasah ilmu adalah beberapa alasan orang mendaki gunung," kata Ketua Harian Hiwapatala Aceh, Maulana Syah Putra dalam keterangan tertulis kepada Serambi, Jumat (6/8/2021).
Disebutkannya, manfaat mendaki gunung pun bisa dirasakan oleh setiap para pendaki. Pendakian ini selain untuk menjalin silaturrahmi dan berlajar bersama, juga sebagai tambahan jam terbang bagi anggota Hiwapatala Aceh dan Mapala JIPALA IAIN Lhokseumawe.(zak)