Breaking News:

Citizen Reporter

Wisata Halal dan Pandemi di Pulau Formosa

SEKILAS terasa aneh dan canggung, menjadi kaum minoritas di daerah mayoritas nonmuslim. Ya, inilah saya, salah satu dari ratusan pelamar beasiswa

Editor: bakri
Wisata Halal dan Pandemi di Pulau Formosa
FOR SERAMBINEWS.COM
OLEH NUR FAHMINA, ASN Pemerintah Aceh dan penerima Beasiswa HES-CLC, melaporkan dari Taiwan

OLEH NUR FAHMINA, ASN Pemerintah Aceh dan penerima Beasiswa HES-CLC, melaporkan dari Taiwan

SEKILAS terasa aneh dan canggung, menjadi kaum minoritas di daerah mayoritas nonmuslim. Ya, inilah saya, salah satu dari ratusan pelamar beasiswa Ministry of Education (MOE) yang beruntung mendapatkan kesempatan belajar di Taiwan yang dijuluki Pulau Formosa Wilayah ini memiliki 23 juta jiwa penduduk yang mayori- tas ateis.

Jumlah populasi muslim hanya 70.000 jiwa. Memilih Taiwan sebagai tujuan untuk menambah ilmu bukanlah keputusan yang gampang, mengingat cerita teman yang menyebutkan akan susah menemukan makanan halal, tempat ibadah, bahkan toilet yang menyediakan air bersih.

Akan tetapi, semua perihal negatif tersebut “minggir teratur” mengingat Taiwan tidak akan memberikan “shock culture” yang mendalam bagi saya yang akan menimba ilmu di pulau ini. Mengapa begitu? Dari segi kondisi alamnya, sebagian besar wilayah Taiwan beriklim subtropik, tak terlalu beda dengan Indonesia, memiliki kelembaban dan curah hujan rendah di beberapa bulan, yaitu sekitar Desember hingga Maret.

Sepanjang April menuju September cuaca panas. Dari sisi lingkungan tempat tinggal, beberapa daerah di Taiwan, khususnya Tainan, tempat tinggal saya saat ini, memilih untuk mempertahankan keunikan dan orisinalitas sejarah. Tainan merupakan kota tertua dan pernah menjadi ibu kota 200 tahun lalu di bawah pemerintahan Koxinga.

Hingga kita dapat menik- mati beberapa sudut yang masih mempertahankan konstruksi sejarahnya, seperti bangunan kantor imigrasi bergaya arsitektur Eropa yang pernah jaya pada masa pendudukan Portugis sebagai restoran terkenal. 

Selain itu, ada Confucius Temple yang merupakan zona kebudayaan. Terdiri atas bangunan kuil yang berusia kurang lebih 300 tahun.

Ada juga Tainan Chikanlou, bangunan bersejarah yang merupakan pusat administrasi masa penjajahan Belanda dan tahun 1661 Chikanlou dijadikan pendopo bagi gubernur. Yang paling menarik dari Taiwan adalah ternyata, sejak 2009 Taiwan sudah mulai memasarkan wisata halal sebagai daya tarik wisatawan, khususnya bagi muslim untuk berwisata ke Taiwan.

Pemahaman konsep halal tourism yang tidak hanya fokus pada konsumsi halal, tapi juga fokus pada akomodasi/penginapan muslim friendly, penyediaan toilet umum dengan fasilitas keran air, fasilitas tempat ibadah dan sarana tambahan seperti ketersediaan Al-Qur’an dan karpet bersih.

Perhatian Pemerintah Taiwan terhadap muslim menjalar ke penyediaan aplikasi, yaitu Halal in Taiwan yang diluncurkan tahun 2018. Untuk memudahkan wisatawan/pelajar muslim mengakses tempat-tempat muslim friendly seperti tempat ibadah, toilet, restoran dan gerai makanan, dan lainnya lewat handphone. Aplikasi Halal in Taiwan ini adalah bentuk perhatian pemerintah dalam memfasilitasi kunjungan wisatawan muslim atau pelajar muslim.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved