Breaking News:

Citizen Reporter

Wisata Halal dan Pandemi di Pulau Formosa

SEKILAS terasa aneh dan canggung, menjadi kaum minoritas di daerah mayoritas nonmuslim. Ya, inilah saya, salah satu dari ratusan pelamar beasiswa

Editor: bakri
Wisata Halal dan Pandemi di Pulau Formosa
FOR SERAMBINEWS.COM
OLEH NUR FAHMINA, ASN Pemerintah Aceh dan penerima Beasiswa HES-CLC, melaporkan dari Taiwan

Euforia perayaan hari besar umat Islam seperti Idulfitri juga dengan mulus dapat dilaksanakan melalui dukung-an Pemerintah Taiwan yang mengizinkan keramaian dan menyediakan tempat untuk shalat Id bagi pelajar muslim yang menimba ilmu di Pulau Formosa, walau dalam kondisi pandemi seperti saat ini yang melarang bentuk keramaian apa pun. Bentuk dukungan tersebut membentuk opini bahwa Taiwan mendukung implementasi halal tourism.

Pemerintah Taiwan meyakini bahwa dengan melaksanakan bentuk diplomasi ‘government to person’ dapat memublikasikan Taiwan sebagai destinasi wisata yang ramah muslim, khususnya bagi pelajar muslim tanpa harus khawatir shock culture secara religi maupun ideologi. Konsep halal tourism di msa pandemi seperti sekarang ini tidak berjalan maksimal.

Penyebaran virus berdampak sangat buruk pada sektor pariwisata di semua lini. Pemerintah Taiwan sempat menutup akses masuk dan ke luar untuk beberapa bulan demi menghalangi penularan virus Covid-19.

Berbagai cara diterapkan agar Taiwan bebas dari Covid, di antaranya menerapkan denda tinggi bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, membatasi ruang mobilisasi masyarakat, menyediakan fasilitas cuci tangan lengkap dengan sabun cair agar masyarakatnya terlindungi dari Covid, serta melakukan tracing setiap warga yang masuk ke area vital, seperti toko, restoran, pusat perbelanjaan, kampus, dan sekolah. Cara-cara yang diterapkan sangat ampuh sehingga untuk beberapa saat Taiwan sempat trending di media sebagai salah satu wilayah yang bebas Covid.

Karena hal ini pemerintah Taiwan kembali membuka wilayahnya agar dapat dikunjungi, tapi tentu saja dengan protokol kese- hatan yang ketat. Wisatawan atau pelajar yang masuk ke Taiwan wajib menunjukkan bukti tes usap negatif Covid serta wajib karantina selama 14 hari ditambah 7 hari pembatasan pergerakan oleh Center for Disease Control (CDC) yang rutin memeriksa kondisi dan suhu badan. Keseriusan pihak Taiwan menangani permasalahan Covid-19 semakin diperkuat dengan ketatnya pelakanaan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) serta 3T (testing, tracing, anda treatment). Bagi pengunjung yang masuk ke Taiwan, mobilisasinya dipantau oleh CDC hingga yang bersangkutan ke luar dari Pulau Formosa.

Pemerintah Taiwan memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, virus ini akan biasa seperti layaknya influenza, masyarakat hanya perlu tetap konsisten melaksanakan prokes, meningkatkan imunitas dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), dan menjaga iman agar Allah senantiasa melindungi dunia dari wabah ini serta kehidupan akan kembali normal seperti sediakala.

Dengan mengambil hikmah dari musibah ini bahwa menjaga keluarga, menjaga teman, dan lingkungan sekitar dengan terus konsisten menjalankan prokes 3M dan pelaksanaan 3T, insyaallah wabah ini akan berakhir. Salam sehat, yuk lawan corona demi Indonesia dan dunia yang lebih baik.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved