Brasil Pertahankan Medali Emas Sepakbola Olimpiade
Timnas U-23 Brasil meraih medali emas cabang sepak bola Olimpiade 2020 Tokyo. Prestasi itu mereka capai usai menghentikan perlawanan Timnas U-23
TOKYO - Timnas U-23 Brasil meraih medali emas cabang sepak bola Olimpiade 2020 Tokyo. Prestasi itu mereka capai usai menghentikan perlawanan Timnas U-23 Spanyol dengan skor 2-1 pada babak Final di Stadion Internasional Yokohama (Nissan Stadium), Tokyo, Jepang, pada Sabtu (7/8/2021) malam.
Bagi pasukan Samba, ini merupakan medali emas kedua mereka dalam dua edisi Olimpiade secara beruntun. Pada edisi sebelumnya di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Brasil yang saat itu diperkuat pemain seperti Rafinha, Gabriel Jesus, hingga Neymar juga meraih medali emas. Brasil saat itu sukses menaklukan Jerman lewat adu penalti dengan keunggulan 5-4 setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit.
Dalam partai puncak tadi malam, Brasil mencetak gol lebih dulu melalui Matheus Cunha pada injury time babak pertama. Kemudian, Spanyol membalas melalui gol voli Mikel Oyarzabal pada menit ke-61. Hasil imbang 1-1 terus bertahan selama waktu normal sehingga laga berlanjut ke babak tambahan waktu. Memasuki babak extra time, Brasil yang lebih aktif melakukan serangan dapat menambah keunggulan melalui Malcom pada menit ke-109.
Alhasil, Brasil menang 2-1 dan sukses mempertahankan gelar sebagai jawara Olimpiade. Tim Samba dengan ini sudah mengoleksi dua medali emas dalam pesta olahraga multicabang itu. Menariknya, kemenangan ditorehkan di venue sama dengan kala timnas senior Brasil mengangkat trofi Piala Dunia 2002.
Jalannya pertandingan
Spanyol sebenarnya tampil dominan. Menurut statistik Sofa Score yang dikutip BolaSport.com, Spanyol memiliki penguasaan bola 58 persen. Namun, dari segi peluang, Brasil lebih unggul dengan mengantongi 15 kesempatan yang 4 di antaranya mengarah tepat sasaran. Sementara Spanyol mempunyai 9 peluang dengan 3 menuju ke gawang
Spanyol juga nyaris unggul lebih dulu pada menit ke-16 ketika Mikel Oyarzabal menyundul bola dari dalam kotak penalti. Namun, Diego Carlos berhasil menyapu bola sebelum melewati garis gawang. Pada menit ke-25, giliran Brasil yang menciptakan peluang untuk mencetak gol. Kans tersebut didapat setelah Richarlison melepaskan tembakan kaki kiri dari dalam kotak penalti. Sial, tendangan Richarlison melebar ke arah kiri gawang.
Tim Samba kembali mendapat kesempatan untuk mencetak gol pada menit ke-34 melalui titik putih. Setelah tinjauan VAR (Video Assistant Referee), wasit Chris Beat asal Australia memberikan hadiah penalti kepada Brasil karena Unai Simon melanggar Matheus Cunha di kotak penalti. Tapi, peluang emas itu gagal dikonversi menjadi gol karena tendangan khaki kanan Richarlison melambung di atas gawang Unai Simon. Kegagalan tersebut ditebus oleh Matheus Cunha. Ia berhasil mencetak gol pada menit 45+2. Skor 1-0 untuk Brasil bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua, Spanyol berusaha mengejar ketinggalan dengan tampil menekan. Bryan Gil, yang masuk menggantikan Marco Asensio, menciptakan peluang dari luar kotak penalti. Namun, bola gagal masuk ke gawang lawan setelah membentur kaki pemain Brasil, Carlos Soler, di kotak penalti.
Sementara itu, Brasil juga tak mengendurkan tekanan mereka meskipun sudah unggul. Alih-alih menggandakan keunggulan, Brasil justru kebobolan pada menit ke-61. Spanyol mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Mikel Oyarzabal. Spanyol mendapatkan dua peluang emas melalui aksi Oscar Gil pada menit ke-85 dan Bryan Gil tiga menit kemudian. Namun, kedua pemain tersebut gagal menciptakan gol lewat peluang tersebut karena tendangan mereka sama-sama membentur tiang gawang.
Skor imbang 1-1 bertahan hingga 90 menit. Alhasil, laga dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Brasil melancarkan serangan bertubi-tubi. Pada menit ke-94, tendangan kaki kanan Malcom dari dalam kotak penalti gagal membuahkan hasil karena diblok oleh Eric Garcia. Pada menit ke-100, Arana mencoba peruntungannya dengan melepaskan tendangan kaki kanan dari luar kotak penalti. Namun, bola tembakan Arana mampu dibendung oleh Unai Simon.
Pada babak kedua extra time, Brasil akhirnya sukses mencetak gol kedua melalui gol Malcom. Malcom lebih dulu melewati Jesus Wallejo dan merangsek ke kotak penalti lawan. Pemain berusia 24 tahun ini lalu mengecoh Unai Simon sebelum melepaskan tendangan kaki kiri yang sukses bersarang di gawang Spanyol. Brasil unggul 2-1 atas Spanyol dan mereka berhasil merebut medali emas sekaligus mempertahankan gelar juara yang mereka peroleh pada olimpiade sebelum di Rio de Janeiro, 2016 lalu.
Meksiko raih perunggu
Sementara itu, Timnas U-23 Meksiko meraih medali perunggu setelah mengalahkan tuan rumah Jepang dengan skor 3-1 pada Kamis (6/8/2021) petang waktu setempat. Dengan kemenangan ini, Meksiko menambah koleksi medali Olimpiade dari cabang sepak bola mereka menjadi 2. Sebelumnya, Meksiko pernah meraih medali emas pada Olimpiade London 2012 silam.
Sebastian Cordova sudah membawa Meksiko unggul lewat eksekusi penalti pada menit 13. Keunggulan Meksiko bertambah 9 menit berselang. Johan Vasquez mampu memanfaatkan umpan Sebastian Cordova menjadi gol kedua Meksiko. Kendati mendapatkan beberapa peluang, skuad arahan Jaime Lozano tidak mampu menambah gol hingga jeda laga.
Memasuki babak kedua, Jepang memang lebih tampil ofensif. Kendati demikian, Meksiko sukses memperlebar keunggulan menjadi 3-0 berkat tendangan Alexis Vega pada menit 58. Tuan rumah Jepang sempat memperkecil ketertinggalan pada menit 78 lewat aksi individu Kaouru Mitoma. Hasil akhir, 3-1 untuk kemenangan Meksiko.
Bagi Jepang, kekalahan ini membuat mereka mengulangi pencapaian di Olimpiade London 2012. Saat itu, mereka juga finis sebagai peringkat 4. Prestasi terbaik Jepang di sepak bola Olimpiade 1968, ketika mampu meraih medali perunggu. (kompas.com/bolasport.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemain-brasil-melakukan-selebrasi-usai-mene.jpg)