Breaking News:

Internasional

Kemarahan Warga Zimbabwe Memuncak, Remaja 14 Tahun Meninggal Saat Melahirkan

Kemarahan warga Zimbabwe memuncak seusai seorang remaja putri 14 tahun meninggal dunia setelah melahirkan.

Editor: M Nur Pakar
BBCNews
Pernikahan dini di Zimbabwe 

SERAMBINEWS.COM, HARARE - Kemarahan warga Zimbabwe memuncak seusai seorang remaja putri 14 tahun meninggal dunia setelah melahirkan.

Namun, polisi Zimbabwe sedang menyelidiki kematian gadis itu, sebuah kasus yang memicu kemarahan di kalangan warga dan aktivis HAM.

Gadis malang itu, Memori Machaya dilaporkan meninggal dunia bulan lalu di sebuah gereja di wilayah timur Marange.

Dilansir BBCNews, Minggu (8/8/2021), kasus ini mengungkap eksploitasi anak di bawah umur, karena dia dilaporkan terpaksa meninggalkan sekolah untuk menikah.

PBB mendesak pemerintah untuk mengakui pernikahan anak sebagai kejahatan dan mengakhiri praktik tersebut.

Organisasi itu mengatakan mencatat dengan keprihatinan yang mendalam dan mengutuk keras laporan tentang seputar kematian gadis itu.

Baca juga: Remaja Putri Zimbabwe Berlatih Taekwondo, Melawan Pernikahan Anak Secara Paksa

"Kecenderungan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan yang belum terselesaikan saat ini di Zimbabwe terus berlanjut," kata PBB, Sabtu (7/8/2021).

Dikatakan, khususnya pernikahan di bawah umur seharusnya tidak bola dilanjutkan.

Kematian gadis itu pada 15 Juli 2021 telah menyoroti praktik pernikahan anak di Gereja Apostolik Zimbabwe, yang sering menolak pengobatan dan perawatan di rumah sakit.

Keluarganya mengatakan bayinya selamat dari kelahiran dan baik-baik saja, lapor media setempat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved