Breaking News:

35 Peserta Ikut Audisi Hafiz Termuda Aceh, Abdul Haris dari Daarut Tahfizh Jadi Peserta Terbaik

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Forum Ukhuwwah Qari dan Hafizh Aceh dihelat dalam rangka menyambut 1 Muharram 1443 H.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
FOTO KIRIMAN SANAUL KHAIR
Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Aceh, Drs. H. Azhari, menyerahkan hadiah kepada Abdul Haris santri Pondok Pesantren Daarut Tahfizh Banda Aceh, yang terpilih sebagai peserta terbaik Audisi Hafizh Termuda Aceh, di kompleks Kanwil Kemenag Aceh, di Banda Aceh, Senin (9/8/2021). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 35 peserta dari beberapa kabupaten/kota di Aceh, mengikuti Audisi Hafizh Termuda Aceh di kompleks Kanwil Kemenag Aceh, di Banda Aceh, Senin (9/8/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Forum Ukhuwwah Qari dan Hafizh Aceh dihelat dalam rangka menyambut 1 Muharram 1443 H.

Ketua Forum Ukhuwwah Qari dan Hafizh Aceh (Fuqaha), T. Mardhatillah, SHI, MH dalam laporannya selaku ketua panitia menyampaikan bahwa Fuqaha merupakan prajurit dari Ormas Ipqah yang telah duluan lahir sebagai wadah berkumpulnya para qari dan hafizh Alquran.

“Fuqaha bukan saingan Ipqah, namun sebagai wadah yang lebih kecil yang diharapkan mampu bergerak lebih lincah dalam kegiatan kegiatan mensyiarkan Alquran,” kata Mardhatillah seperti dikutip siaran pers yang dikirim Sanaul Khair SHI, Sekretaris Fuqaha Aceh.

Dikatakan, kegiatan Audisi Hafizh Termuda Aceh mendapat dukungan sepenuhnya dari dana hibah Ormas Kanwil Kemenag Aceh.

"Ketua Fuqaha sangat berterima kasih kepada Pak Kakanwil atas bantuan ini," ungkap Sanaul Khair.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Aceh, Dr. H. Iqbal Muhammad, S. Ag, M.Ag mengapresiasi lahirnya organisasi Fuqaha ini.

Iqbal setuju bahwa ormas ini bukan tandingannya IPQAH, tapi bahkan sebagai salah satu faksi atau pasukan yang menjadi ujung tombak dalam kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan Alquran.

Baca juga: 15 Hafiz Quran Kado HUT Bhayangkara, Kapolda Ingin Polisi Semakin Humanis

Baca juga: Raqan SPT dan Satu Gampong Satu Hafiz Didiskusikan, Begini Sikap Ketua Banleg DPRK Aceh Besar

Iqbal Muhammad juga sepakat dengan singkatan Fuqaha yang disematkan pada organisasi ini.

Meski terdengar agak "berat", karena Fuqaha dari segi bahasa bearti para ahli Fiqih, namun ini bisa menjadi cikal bakal agar para qari dan hafizh di Aceh mampu mengembangkan kemampuannya dengan terus mengasah keilmuan diri, agar suatu saat nanti mampu menjadi para mufassirin dan fuqaha yang mampu menjawab berbagai persoalan kekinian ummat.

Khusus untuk kegiatan audisi ini, Kakanwil Kemenag Aceh mengatakan bahwa kegiatan kegiatan seperti ini harus dilakukan untuk menjadi ajang tolok ukur kemampuan para anak didik dalam mempelajari hafalan Alquran.

Hasil audisi, para juri menetapkan Abdul Haris sebagai peserta terbaik.

Remaja kelahiran 12 Mei 2006 (usia 15 tahun, 2 bulan) ini merupakan santri Pondok Pesantren Daarut Tahfizh Banda Aceh.

Selanjutnya peserta terbaik kedua adalah M. Syauqi, disusul M. Prawira di posisi ketiga, Safirul Haq di posisi keempat, dan Fayaq Ridhallah di posisi kelima.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved